IMAM ARIFIN KRITIK DUGAAN MAIN BELAKANG, KASUS PEMBUNUHAN SIDOTOPO TUAI KECURIGAAN

Dugaan Aliran Dana dan  Polemik Penangkapan Kasus Sidotopo Tuai Kecurigaan, Transparansi Aparat di Pertanyakan dan Publik Mendesak Polisi Buka Fakta”

NUSAMEDIANEWS.COM, SURABAYA – Penanganan kasus pembunuhan di kawasan Sidotopo Sekolahan II kembali menjadi sorotan tajam publik. Berbagai kejanggalan mulai bermunculan, mulai dari kerancuan informasi terkait status pelaku, hingga dugaan adanya aliran dana yang disebut-sebut untuk meredam kasus tersebut.

Masyarakat dibuat bingung dengan narasi yang berkembang, di mana masih terdapat perbedaan informasi apakah pelaku benar ditangkap oleh aparat atau justru menyerahkan diri. Hal ini dinilai belum menjelaskan kronologi secara utuh dan memicu berbagai spekulasi liar.

Isu Aliran Dana Ratusan Juta
Tak hanya soal status penangkapan, isu yang lebih serius pun mulai mencuat. Beredar dugaan adanya aliran uang hingga ratusan juta rupiah yang diduga digunakan untuk menutup-nutupi atau meredam kasus pembunuhan tersebut.

Publik menilai, apabila benar ada praktik “main belakang” dalam penanganan perkara berat seperti pembunuhan, maka hal itu merupakan bentuk pengkhianatan terhadap rasa keadilan masyarakat.

“Publik butuh kejelasan. Jangan sampai ada kesan kasus ini dimainkan. Penangkapan harus jelas, proses hukumnya juga harus transparan,” ujar salah satu warga.

Proses Penjemputan Tanpa Sprin?
Sorotan tajam juga ditujukan pada proses penjemputan pelaku yang diduga dilakukan di Madura. Berdasarkan informasi yang diterima, penjemputan tersebut diduga dilakukan tanpa membawa surat perintah resmi (Sprin).

“Iya pak, Jamil yang menjemput dari Madura lalu diserahkan di Kalimas Surabaya,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Imam Arifin: Ini Bisa Cederai Kode Etik
Menanggapi polemik ini, Ketua Fast Respon Indonesia Center DPW Jatim, Imam Arifin, memberikan kritik keras. Ia menyoroti dugaan praktik suap hingga ratusan juta rupiah serta proses hukum yang dinilai tidak berjalan sesuai prosedur.

“Jika memang tidak ada Sprin dalam proses penjemputan, itu patut dipertanyakan dan bisa mencederai kode etik profesi kepolisian. Apalagi jika benar ada dugaan aliran uang ratusan juta rupiah, hal itu tentu sangat merusak kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum,” tegas Imam Arifin.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi yang memuaskan dari pihak kepolisian terkait seluruh polemik tersebut. Masyarakat pun mendesak agar aparat terkait dapat membuka seluruh fakta secara terang-benderang agar kepercayaan publik tidak semakin terkikis.

(Redho)

  • nusamedia

    Bersama Menyuarakan Rakyat

    Related Posts

    POLRES MALANG TETAPKAN TIGA TERSANGKA KASUS PERUSAKAN PANTAI WEDI AWU, 31 WISATAWAN POSITIF NARKOBA
    • May 9, 2026

    NUSAMEDIANEWS.COM, MALANG – Polres Malang telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pengrusakan dan kekerasan yang menimpa rombongan wisatawan asal Surabaya di kawasan Pantai Wedi Awu,…

    Read more

    Continue reading
    MENAKAR LOYALITAS DI PUSARAN “BADUNG 1”: I NYOMAN SATRIA DAN UJIAN KADERISASI PDI PERJUANGAN
    • May 8, 2026

    NUSAMEDIANEWS.COM, BADUNG – BALI – Meski perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) masih terhitung cukup jauh, namun atmosfer politik di Kabupaten Badung kini mulai terasa memanas. Nama-nama tertentu mulai masif diperbincangkan…

    Read more

    Continue reading

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    POLRES MALANG TETAPKAN TIGA TERSANGKA KASUS PERUSAKAN PANTAI WEDI AWU, 31 WISATAWAN POSITIF NARKOBA

    MENAKAR LOYALITAS DI PUSARAN “BADUNG 1”: I NYOMAN SATRIA DAN UJIAN KADERISASI PDI PERJUANGAN

    DIREKTUR YLBH FAJAR TRILAKSANA INGATKAN DPRD GRESIK: POKIR JANGAN DIJADIKAN “BANCAKAN”, BERANCAM PIDANA

    PEMBENTUKAN DPRT PSI SIDOARJO CAPAI 85 PERSEN, FIRMANSYAH MAULANA: KEKUATAN PARTAI BERADA DI AKAR RUMPUT

    AIPDA SLAMET HUTOYO TERANCAM SANKSI TEGAS, 8 ANAK JADI KORBAN PENGANIAYAAN, POLRESTABES SURABAYA GERAK CEPAT

    REFORMASI POLRI: LPP-TIPIKOR RI DUKUNG TOLAK KEMENTERIAN KEAMANAN, MINTA PENGAWASAN DIPERKUAT

    KOMISI PERCEPATAN REFORMASI POLRI SERAHKAN 10 BUKU REKOMENDASI, TARGET SELESAI 2029

    IMAM ARIFIN KRITIK DUGAAN MAIN BELAKANG, KASUS PEMBUNUHAN SIDOTOPO TUAI KECURIGAAN

    SELAMAT ULANG TAHUN, BAPAK KHAERUL HAMDANI DIRUT BPR SYARIAH ANNISA MUKTI

    UANG KORUPTOR UNTUK RAKYAT, KETUM AMI DUKUNG PENUH KEBIJAKAN PEMERINTAH

    TONI TAMATOMPOL BANTAH TUDUHAN PEMUKULAN, JUSTRU DIRINYA YANG JADI KORBAN

    PENYALURAN BLT DD HEGARMANAH BERJALAN LANCAR, WARGA MENGAPRESIASI KINERJA PEMDES

    KOMISI PERCEPATAN REFORMASI POLRI SERAHKAN 10 BUKU REKOMENDASI, TARGET SELESAI 2029

    PT. IPAL ANDRE RAJA NUSANTARA GENJOT AKSELERASI IPAL SPPG MBG SKALA NASIONAL, SIAP JADI SOLUSI PENGELOLAAN LIMBAH MODERN

    SINGA KREN FESTIVAL RESMI DILUNCURKAN, WARISI TRADISI MENUJU KEMAJUAN

    PERKUAT SINERGI DAN TRANSPARANSI, IMIGRASI NGURAH RAI GELAR MEDIA GATHERING

    BERSAMA ITB STIKOM BALI, MAHASISWA PRANCIS KEMBANGKAN DESA DIGITAL DI PUNGGUL

    KAPOLDA BALI KAWAL DAN ANTAR KEBERANGKATAN MENTERI PERTAHANAN RI DAN JEPANG