AIPDA SLAMET HUTOYO TERANCAM SANKSI TEGAS, 8 ANAK JADI KORBAN PENGANIAYAAN, POLRESTABES SURABAYA GERAK CEPAT

NUSAMEDIANEWS.COM, SURABAYA – Kasus dugaan penganiayaan terhadap delapan anak di bawah umur yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Aipda Slamet Hutoyo, kini memasuki tahap penyelidikan mendalam. Polrestabes Surabaya melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim telah memanggil dan memeriksa para korban beserta orang tuanya untuk dimintai keterangan.

Pemeriksaan tersebut dilakukan pada Kamis (7/5/2026), di mana seluruh pihak hadir memenuhi panggilan penyidik guna mengungkap fakta kejadian yang terjadi di kawasan Pacar Kembang, Surabaya, Sabtu malam, 2 Mei 2026 silam.

Proses Pemeriksaan Berlangsung Lama
Salah satu orang tua korban, M. Umar, mengaku dihubungi langsung oleh penyidik melalui telepon. Bersama anaknya dan orang tua lainnya, ia hadir dan memberikan keterangan secara rinci terkait peristiwa yang menimpa putra-putri mereka.

“Ya, saya dihubungi melalui seluler oleh penyidik PPA Polrestabes Surabaya. Kami bersama para korban menghadiri panggilan tersebut dan dimintai keterangan. Di ruang penyidik, saya ditanya banyak hal. Para korban juga satu per satu dimintai keterangan oleh penyidik terkait peristiwa tersebut,” ungkap M. Umar, Jumat (8/5/2026).

Menurut Umar, proses pemeriksaan berlangsung cukup lama dan mendalam, mengingat kasus ini melibatkan aparat penegak hukum sebagai terduga pelaku dan korbannya adalah anak-anak di bawah umur.

Tuntutan Hukum Adil dan Efek Jera
Sementara itu, Susanti, ibu dari salah satu korban, menyampaikan kekecewaannya sekaligus harapan agar penegakan hukum berjalan tanpa pandang bulu. Ia menekankan pentingnya keadilan demi memulihkan rasa percaya masyarakat terhadap hukum.

“Saya meminta kepada pihak Polrestabes Surabaya agar menegakkan hukum seadil-adilnya sesuai dengan tugas dan fungsinya. Ini penting agar ada efek jera bagi anggota Polri yang bertindak arogan,” tegas Susanti.

“Kasus ini harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Tidak pandang bulu, baik itu anggota Polri maupun orang umum. Hukum harus tetap tegak lurus agar masyarakat percaya bahwa hukum itu ada dan adil,” tambahnya dengan nada berapi-api.

Kuasa Hukum: Kapolres Tanjung Perak Harus Beri Atensi Serius

Juru bicara tim kuasa hukum korban, Sukardi yang mewakili Dodik Firmansyah, S.H., menilai kasus ini bukan perkara biasa. Kekerasan terhadap anak, apalagi yang dilakukan oleh aparat, dinilai sangat mencederai marwah institusi kepolisian yang seharusnya melindungi dan mengayomi.

“Kasus ini seharusnya menjadi atensi pihak berwajib. Apalagi korbannya anak-anak dan terduga pelakunya merupakan aparat penegak hukum. Tentunya sebelum bertindak melakukan kekerasan, seharusnya yang bersangkutan memanggil orang tua atau berbicara baik-baik, bukan melakukan kekerasan fisik,” ujar Sukardi.

Ia pun meminta Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak mengambil sikap tegas. Menurutnya, jika terbukti bersalah, sanksi berat wajib dijatuhkan agar tidak terjadi lagi peristiwa serupa.

“Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak harus memberikan atensi serius terhadap perkara tersebut. Jika terbukti, oknum tersebut harus diberikan sanksi tegas karena telah mencederai marwah institusi Polri,” tandasnya.

Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, insiden berawal saat sekelompok anak sedang bermain bola di depan rumah Aipda Slamet Hutoyo. Bola tersebut sempat tidak sengaja mengenai pagar rumah tetangga (Yanto), namun Yanto tidak mempermasalahkan hal itu.

Namun, terlapor justru diduga keluar rumah, melempar batu besar ke arah anak-anak hingga mengenai salah satu korban, lalu menghampiri dan melakukan penganiayaan.

“Pelaku menghampiri anak-anak yang sudah bubar dan diduga menghajar mereka menggunakan tangan kosong. Namun, saat itu pelaku memakai cincin batu akik,” ungkap Umar menjelaskan kronologi kekerasan yang dialami anak-anaknya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polres Pelabuhan Tanjung Perak terkait langkah penindakan internal maupun klarifikasi atas laporan yang menimpa anggotanya tersebut.

(Redho)

  • nusamedia

    Bersama Menyuarakan Rakyat

    Related Posts

    POLRES MALANG TETAPKAN TIGA TERSANGKA KASUS PERUSAKAN PANTAI WEDI AWU, 31 WISATAWAN POSITIF NARKOBA
    • May 9, 2026

    NUSAMEDIANEWS.COM, MALANG – Polres Malang telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pengrusakan dan kekerasan yang menimpa rombongan wisatawan asal Surabaya di kawasan Pantai Wedi Awu,…

    Read more

    Continue reading
    MENAKAR LOYALITAS DI PUSARAN “BADUNG 1”: I NYOMAN SATRIA DAN UJIAN KADERISASI PDI PERJUANGAN
    • May 8, 2026

    NUSAMEDIANEWS.COM, BADUNG – BALI – Meski perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) masih terhitung cukup jauh, namun atmosfer politik di Kabupaten Badung kini mulai terasa memanas. Nama-nama tertentu mulai masif diperbincangkan…

    Read more

    Continue reading

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    POLRES MALANG TETAPKAN TIGA TERSANGKA KASUS PERUSAKAN PANTAI WEDI AWU, 31 WISATAWAN POSITIF NARKOBA

    MENAKAR LOYALITAS DI PUSARAN “BADUNG 1”: I NYOMAN SATRIA DAN UJIAN KADERISASI PDI PERJUANGAN

    DIREKTUR YLBH FAJAR TRILAKSANA INGATKAN DPRD GRESIK: POKIR JANGAN DIJADIKAN “BANCAKAN”, BERANCAM PIDANA

    PEMBENTUKAN DPRT PSI SIDOARJO CAPAI 85 PERSEN, FIRMANSYAH MAULANA: KEKUATAN PARTAI BERADA DI AKAR RUMPUT

    AIPDA SLAMET HUTOYO TERANCAM SANKSI TEGAS, 8 ANAK JADI KORBAN PENGANIAYAAN, POLRESTABES SURABAYA GERAK CEPAT

    REFORMASI POLRI: LPP-TIPIKOR RI DUKUNG TOLAK KEMENTERIAN KEAMANAN, MINTA PENGAWASAN DIPERKUAT

    KOMISI PERCEPATAN REFORMASI POLRI SERAHKAN 10 BUKU REKOMENDASI, TARGET SELESAI 2029

    IMAM ARIFIN KRITIK DUGAAN MAIN BELAKANG, KASUS PEMBUNUHAN SIDOTOPO TUAI KECURIGAAN

    SELAMAT ULANG TAHUN, BAPAK KHAERUL HAMDANI DIRUT BPR SYARIAH ANNISA MUKTI

    UANG KORUPTOR UNTUK RAKYAT, KETUM AMI DUKUNG PENUH KEBIJAKAN PEMERINTAH

    TONI TAMATOMPOL BANTAH TUDUHAN PEMUKULAN, JUSTRU DIRINYA YANG JADI KORBAN

    PENYALURAN BLT DD HEGARMANAH BERJALAN LANCAR, WARGA MENGAPRESIASI KINERJA PEMDES

    KOMISI PERCEPATAN REFORMASI POLRI SERAHKAN 10 BUKU REKOMENDASI, TARGET SELESAI 2029

    PT. IPAL ANDRE RAJA NUSANTARA GENJOT AKSELERASI IPAL SPPG MBG SKALA NASIONAL, SIAP JADI SOLUSI PENGELOLAAN LIMBAH MODERN

    SINGA KREN FESTIVAL RESMI DILUNCURKAN, WARISI TRADISI MENUJU KEMAJUAN

    PERKUAT SINERGI DAN TRANSPARANSI, IMIGRASI NGURAH RAI GELAR MEDIA GATHERING

    BERSAMA ITB STIKOM BALI, MAHASISWA PRANCIS KEMBANGKAN DESA DIGITAL DI PUNGGUL

    KAPOLDA BALI KAWAL DAN ANTAR KEBERANGKATAN MENTERI PERTAHANAN RI DAN JEPANG