
Wartawan: Wilopo Purba
Nusamedia-Medan, 2 Maret 2026 – Management SPBU 14.201.180 Aksara menyatakan kecewa atas pemberitaan di majalahceo.id yang menuding pihaknya mengutus preman dalam menyikapi surat pemberitahuan aksi demo dari Aliansi Mahasiswa Pemerhati Kebijakan Publik Provinsi Sumatera Utara (AMPKP) Sumut. Pihak SPBU menyatakan pemberitaan tersebut dibuat tanpa konfirmasi dan tidak menjelaskan dengan jelas latar belakang permasalahan.
Sebagaimana terkonfirmasi dari catatan chat dengan Rita, Pimpinan SPBU terkait, pihaknya telah berusaha melakukan klarifikasi dengan melibatkan awak media. Berdasarkan nomor kontak yang tertera pada surat AMPKP, komunikasi terbangun dengan Khem Khaeng dari AMPKP, yang kemudian diikuti dengan pertemuan di salah satu cafe di Jalan Bromo Medan pada Sabtu (28/2/2026).
Pada pertemuan tersebut dicapai kesepakatan awal bahwa aksi demo akan dibatalkan dengan syarat SPBU memberikan dukungan berupa takjil selama 10 hari pada bulan Ramadhan untuk program AMPKP. Kesepakatan ini dikonfirmasi Rita dan Khem Khaeng memberikan tempo hingga Minggu siang (1/3/2026) untuk menetapkannya secara resmi, dengan catatan dalam chat dari pihak AMPKP bahwa mereka juga terbuka untuk bertemu langsung dengan pemilik SPBU.
Namun, pada rapat yang diadakan pada Minggu siang tersebut, keputusan awal dibatalkan setelah Bos SPBU, Warno, menyatakan tidak setuju dengan bentuk kesepakatan yang telah dicapai. “Aksi demo atau orasi itu positif kita tunggu saja. Kita tak mau usaha SPBU ini dinilai menghalangi aksi dan kita pun bisa introspeksi,” ujar Warno.
Warno juga menyampaikan kepada awak media bahwa kelengkapan berkas terkait perizinan dan usaha SPBU telah sesuai dengan ketentuan aturan yang berlaku. Perubahan kesepakatan ini diduga membuat pihak AMPKP merasa kecewa, yang kemudian dinilai sebagai latar belakang munculnya pemberitaan di majalahceo.id yang disinyalir melanggar kode etik dan mencemari nama baik SPBU 14.201.180 Aksara.
Awak media yang mengkonfirmasi terkait pemberitaan tersebut telah melakukan komunikasi melalui WhatsApp kepada Ketua AMPKP Sumut, Rafli pada hari Senin (2/3/2026), Rafli menjelaskan “yada naikan aja beritanya sesuai narasumber anda yang bernama Andi,..kalau narasumber anda yang bernama Andi merasa terbawa atau dicemarkan nama beliau buat LP” Tegas Rafli
