
“Cipta Kondusif Masyarakat Harmoni dengan Kontrol Sosial Lintas Sektor”
DELISERDANG – Nusamedia Deliserdang akan menggelar kegiatan sarasehan lintas sektor di Kecamatan Pancur Batu. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kemasyarakatan dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang ada di wilayah tersebut, dengan melibatkan narasumber dari kalangan akademisi.
Gagasan kegiatan ini muncul berdasarkan permintaan beberapa Kepala Desa di Pancur Batu yang mengharapkan peran aktif media dalam program bina dan pemberdayaan masyarakat. Setelah mendapatkan masukan serta dukungan dari Plt. Camat Pancur Batu Feri Ginting, sarasehan tersebut resmi dicanangkan pada acara buka puasa bersama perangkat Desa Baru, Jumat (6/3), di Kopi Petik Resto Jalan Jamin Ginting Pancur Batu.
Stevanus Tarigan, Kepala Desa Baru sekaligus Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), menilai positif gagasan ini dan berharap seluruh 25 desa di Pancur Batu dapat terlibat serta mendukung kelancaran acara. Sebelumnya, Nusamedia telah melakukan sosialisasi kepada beberapa Kepala Desa, antara lain Kades Hulu, Kades Tuntungan 1, Kades Namo Rih, dan Kades Pertampilan. Heri Ketaren, Kades Pertampilan, mengimbau agar sosialisasi ke seluruh desa dipercepat mengingat saat ini desa-desa tengah merumuskan program kerja Tahun Anggaran 2026.
Andi Ismail, perwakilan Nusamedia, menjelaskan bahwa kegiatan sarasehan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bertujuan untuk menciptakan perubahan positif di Kecamatan Pancur Batu. “Masyarakat perlu mengetahui kondisi desa mereka, menyadari peran serta dalam pembangunan dan penegakan kamtibmas. Oleh karena itu, edukasi dari pakar ahli sangat penting untuk mewujudkan visi sesuai tema kegiatan,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh wartawan yang berdomisili atau berkegiatan di Pancur Batu untuk bergabung dalam panitia acara.
Menurut Andi, selain masalah kamtibmas dan pelayanan publik, terdapat sejumlah persoalan yang berdampak pada masyarakat namun sulit terselesaikan, seperti kasus eks TPA Namo Bintang dan Zona Merah BPN yang menyebabkan masyarakat kehilangan sertifikat hak milik tanah serta berdampak pada iklim investasi dan pembangunan.
“Kami berharap kegiatan sarasehan ini dapat membuahkan hasil nyata dengan penyelesaian persoalan yang ada. Semoga Pancur Batu yang kondusif dan harmonis segera terwujud,” pungkasnya.
