Nusamedia Bali

Koster Dorong Percepatan Bedah Rumah, Target Bantuan di Bali Capai 4.184 Unit

NUSAMEDIANEWS.COM | DENPASAR — Gubernur Bali Wayan Koster mendorong percepatan program bedah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Bali. Pada 2026, target bantuan perumahan di Bali mencapai 4.184 unit.

Percepatan program tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Progres Program APBN dan Non-APBN Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di Provinsi Bali, Rabu (30/9/2026) malam.

Koster mengikuti rapat secara virtual melalui Zoom bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait serta jajaran terkait.

Kepala Balai Perumahan dan Kawasan Permukiman Nusa Tenggara I, Lilik Lastantyo Adiarso, mengatakan program bantuan perumahan di Bali mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2025, bantuan perumahan tercatat sebanyak 31 unit. Sementara pada 2026, targetnya meningkat menjadi 4.184 unit.

Dari target tersebut, sebanyak 1.410 Surat Keputusan (SK) penerima bantuan telah terealisasi hingga akhir September 2026. Sementara 387 unit rumah dilaporkan telah selesai 100 persen.

Dengan waktu sekitar tiga bulan sebelum akhir tahun, percepatan pelaksanaan program diperlukan agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.

“Terima kasih atas dukungan Pemprov Bali,” ujar Lilik.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Bali, termasuk surat imbauan Gubernur Bali kepada seluruh bupati dan wali kota untuk mendukung percepatan program perumahan.

Program Rusun dan Rumah Subsidi

Selain program bedah rumah, pemerintah juga menjalankan pembangunan rumah susun di Denpasar. Satu tower rusun dengan 60 unit tipe 36 disiapkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pekerja seni.

Program perumahan juga dilaksanakan melalui skema non-APBN. Salah satunya Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau rumah subsidi dengan target 1.114 unit di Bali pada 2026.

Selain FLPP, terdapat Kredit Program Perumahan (KPP). Realisasi KPP di Bali disebut mencapai 99,9 persen dengan nilai penyaluran sekitar Rp1,003 triliun.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi capaian tersebut. Ia menyebut Bali menjadi salah satu daerah dengan penyaluran pembiayaan perumahan yang tinggi.

Bank BPD Bali juga disebut berada di posisi kedua dalam penyaluran KUR Perumahan.

Program pembiayaan perumahan tersebut menawarkan bunga 5 persen sejak awal hingga lunas dan ditujukan untuk membantu masyarakat dalam membeli, membangun, maupun merenovasi rumah.

Koster Tekankan Sinergi Pemerintah

Menanggapi capaian tersebut, Koster mengatakan Bali tidak hanya mencatat realisasi tinggi pada sektor perumahan, tetapi juga dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor lainnya.

Koster mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui berbagai program perumahan bagi masyarakat Bali.

“Program ini sangat menolong masyarakat Bali, khususnya yang kurang mampu,” kata Koster.

Menurut Koster, program bedah rumah perlu terus dipercepat karena berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat untuk mendapatkan hunian yang layak.

Ia menekankan bahwa percepatan program membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten dan kota. Sinergi tersebut diperlukan agar bantuan tepat sasaran dan target penyelesaian dapat dicapai.

Rapat tersebut turut dihadiri Kepala Dinas PUPR Perkim Provinsi Bali Nusakti Yasa Weda dan Kepala Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali Made Aryati.

(Anugrah Arifanto)

nusamedia

Bersama Menyuarakan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *