Evakuasi Jenazah Nelayan, Polairud Jembrana Bersama Tim Gabungan Kedepankan Penanganan Humanis
NUSAMEDIANEWS.COM | JEMBRANA — Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Jembrana bersama Basarnas, Dokkes dan Inafis Polres Jembrana serta pihak keluarga melakukan evakuasi terhadap jenazah seorang nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah mengalami kecelakaan laut.

Jenazah ditemukan di kawasan pesisir Alas Purwo (Senggrong), Jawa Timur, pada Minggu (13/9/2026), setelah pihak keluarga bersama sejumlah nelayan melakukan pencarian sejak pagi.
Sebelumnya, pada Kamis (10/9/2026), Sat Polairud Polres Jembrana menerima laporan terkait kecelakaan laut yang melibatkan tiga nelayan, yakni Samsul Hadi, Neri Muhtakim, dan I Gusti Putu Sugiarta. Perahu yang digunakan ketiganya dilaporkan mengalami kecelakaan setelah menabrak kayu hingga tenggelam. Dalam kejadian tersebut, salah seorang nelayan dinyatakan hilang.
Informasi mengenai penemuan jenazah kemudian diterima dari nelayan yang berada di wilayah perairan Alas Purwo. Namun, karena identitas korban saat itu belum diketahui, jenazah sempat dimakamkan oleh warga setempat.

Pada Minggu pagi, pihak keluarga bersama sejumlah nelayan kembali melakukan pencarian di sekitar pesisir Alas Purwo. Jenazah kemudian ditemukan dan pihak keluarga berkoordinasi dengan Sat Polairud Polres Jembrana, Basarnas, Dokkes dan Inafis Polres Jembrana untuk proses evakuasi serta identifikasi.
Sekitar pukul 17.00 WITA, jenazah tiba di wilayah Pelabuhan Perikanan Pengambengan, Jembrana. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSU Negara untuk menjalani pemeriksaan luar.
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui jenazah berjenis kelamin laki-laki dengan sejumlah ciri khusus yang menjadi bagian dari proses identifikasi. Tim Inafis Polres Jembrana kemudian melakukan pemeriksaan dan pendataan untuk membantu memastikan identitas korban.
Kasat Polairud Polres Jembrana AKP I Putu Suparta, S.Sos., mengatakan proses evakuasi dan penanganan dilakukan dengan mengedepankan koordinasi serta penghormatan terhadap korban dan keluarga.
«“Kami bersama tim gabungan berupaya memberikan pelayanan terbaik dalam proses evakuasi, identifikasi dan penanganan jenazah. Setiap informasi yang kami terima juga kami klarifikasi secara cermat agar penanganannya sesuai dengan fakta di lapangan,” ujar AKP I Putu Suparta.»
Dalam klarifikasi lebih lanjut terhadap Samsul Hadi, selaku nelayan yang selamat, serta Taupik, nelayan yang turut membantu menyelamatkan korban selamat, diperoleh informasi bahwa lokasi kecelakaan laut berada di wilayah perairan Alas Purwo, Jawa Timur, yang masuk wilayah hukum Polres Banyuwangi.
Dengan demikian, lokasi kejadian bukan berada di perairan Pulukan, Jembrana, sebagaimana informasi awal yang diterima.
Sat Polairud Polres Jembrana tetap berkoordinasi dengan pihak terkait dalam proses penanganan dan identifikasi jenazah. Sementara itu, pihak keluarga masih melakukan musyawarah terkait rencana pemeriksaan lanjutan terhadap jenazah.
Untuk sementara, jenazah dititipkan di RSU Negara sambil menunggu keputusan pihak keluarga serta proses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sat Polairud Polres Jembrana juga mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan mengutamakan keselamatan saat melaut. Penggunaan perlengkapan keselamatan juga diharapkan menjadi perhatian guna meminimalkan risiko kecelakaan di laut.
Reporter: Kariani
#NusamediaNews #Jembrana #Polairud #Nelayan #KeselamatanLaut
