Head LinesNasional

352 Siswa Diduga Keracunan MBG di Lombok Tengah, Polisi Amankan Sampel Makanan

NUSAMEDIANEWS.COM | LOMBOK TENGAH — Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami 352 siswa di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (11/9/2026), setelah ratusan siswa dari sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Batukliang mengalami sejumlah keluhan kesehatan usai mengonsumsi menu MBG. Gejala yang dilaporkan antara lain mual, muntah, pusing, dan sakit perut.

Para siswa sempat mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya Puskesmas Pringgarata, Puskesmas Bagu, Puskesmas Aik Darek, dan Puskesmas Mantang. Berdasarkan perkembangan penanganan, seluruh siswa yang terdampak telah mendapatkan perawatan dan diperbolehkan pulang.

Sementara itu, Polresta Lombok Tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut. Tim Satreskrim bersama Inafis telah melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan makanan MBG kepada para siswa.

Kapolresta Lombok Tengah Kombes Pol Hariyanto mengatakan pihak kepolisian telah mengamankan sisa makanan untuk diperiksa lebih lanjut. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

Adapun menu yang dikonsumsi para siswa antara lain kulit kebab atau roti, ayam suwir, nugget, sayuran, mentimun, dan buah salak. Sampel makanan tersebut diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan untuk mengetahui kemungkinan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

Sampel makanan selanjutnya dibawa untuk menjalani pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi salah satu dasar untuk memastikan apakah keluhan kesehatan yang dialami para siswa berkaitan dengan makanan MBG atau terdapat faktor lain.

Hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab pasti kejadian tersebut. Oleh karena itu, istilah dugaan keracunan masih digunakan sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan kepolisian.

Badan Gizi Nasional (BGN) turut menindaklanjuti kejadian tersebut. Kepala Regional BGN NTB Eko Prasetyo menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa, keluarga, pihak sekolah, serta masyarakat yang terdampak. Pemantauan dan evaluasi terhadap penyaluran MBG juga terus dilakukan.

Di sisi lain, Satgas MBG NTB melakukan evaluasi terhadap SPPG yang menyalurkan makanan tersebut. Penghentian sementara atau suspend terhadap SPPG menjadi salah satu langkah yang dipertimbangkan sembari menunggu hasil evaluasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

Kasus tersebut menjadi perhatian karena menyangkut keamanan pangan bagi anak-anak penerima manfaat program MBG. Hasil pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan kepolisian diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kejadian sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG.

(Red)

#NusamediaNews #MBG #LombokTengah #NTB #BeritaNusantara

nusamedia

Bersama Menyuarakan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *