GELAR PENGHORMATAN TERAKHIR: UPACARA ADAT TIONGHOA PITRA YADNYA UNTUK ALMARHUM OEI KIM AN DI SINGARAJA

NUSAMEDIANEWS.COM, SINGARAJA – Gelar penghormatan terakhir dan prosesi sakral adat Tionghoa Pitra Yadnya digelar penuh kekhidmatan di Rumah Duka Tri Suci, Jalan Pulau Nias No. 28–30, Kelurahan Kampung Baru, Singaraja, Bali, Jumat (16/5/2026). Rangkaian upacara ini dilaksanakan untuk mendoakan dan menghantarkan perjalanan roh almarhum Oei Kim An (73 tahun), yang telah mendahului para keluarga tercinta.
Kegiatan pemuliaan leluhur ini berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 15 hingga 16 Mei 2026, dan dipimpin langsung oleh putra almarhum, yakni Dr. Khong Ping Hay atau akrab disapa Putu Karyawan, didampingi keempat saudara laki-lakinya. Almarhum Oei Kim An meninggalkan warisan kebaikan dan keteladanan bagi kelima putranya serta seluruh keluarga besar yang kini berduka.
Dalam tradisi budaya dan spiritual Tionghoa, pelaksanaan Pitra Yadnya memiliki makna sangat mendalam. Prosesi ini digelar dengan tujuan utama mendoakan agar roh almarhum Oei Kim An dapat beristirahat dengan tenang, damai, dan kembali menyatu dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Selain sebagai wujud bakti dan penghormatan tertinggi anak cucu kepada orang tua yang telah tiada, rangkaian doa dan persembahan dalam upacara ini juga ditujukan agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan hati, ketabahan, serta limpahan berkat dan rezeki yang melimpah. Harapannya, kebaikan dan berkah dari para leluhur yang telah tiada senantiasa mengalir dan melindungi keturunannya.
Sepanjang kegiatan, suasana di rumah duka tampak tertib, haru, namun penuh kehangatan kekeluargaan. Seluruh tata cara adat dilaksanakan sesuai ketentuan dan nilai-nilai yang dipegang teguh, sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus perwujudan cinta kasih terakhir kepada almarhum.
Hingga berita ini diturunkan, gelar penghormatan dan seluruh rangkaian prosesi adat masih berlangsung hingga selesai, ditutup dengan doa bersama sebagai pengantar akhir perjalanan roh almarhum Oei Kim An menuju keabadian.
(Kadek Ariawan)
