Gubernur Koster Pimpin Penetapan 56 Ribu Hektare LP2B Bali, Capaian 87,01 Persen Lampaui Target Nasional
NUSAMEDIANEWS.COM | DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali bersama seluruh pemerintah kabupaten dan kota se-Bali resmi menyepakati penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) seluas 56.098,76 hektare. Luasan tersebut setara 87,01 persen dari total Lahan Baku Sawah (LBS) Bali tahun 2024, sekaligus telah memenuhi target minimal nasional sebesar 87 persen.


Kesepakatan tersebut ditandatangani dalam Rapat Koordinasi yang dipimpin langsung Gubernur Bali Wayan Koster di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, Rabu (22/7/2026). Langkah ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran Bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN serta Menteri Dalam Negeri Nomor 7/SE-HK.02/VI/2026 dan Nomor 500.1/4757/SJ tertanggal 19 Juni 2026 tentang percepatan penetapan LP2B.
“Capaian ini membuktikan komitmen bersama untuk menjaga lahan pertanian pangan sekaligus mengendalikan alih fungsi lahan produktif. Ini adalah fondasi ketahanan pangan kita di masa depan,” tegas Koster.
Rincian Penetapan LP2B per Wilayah:
– Tabanan: 16.936,23 hektare
– Gianyar: 7.651,93 hektare
– Buleleng: 7.233,54 hektare
– Badung: 6.922,41 hektare
– Jembrana: 6.203,28 hektare
– Karangasem: 5.479,23 hektare
– Klungkung: 2.942,34 hektare
– Bangli: 1.764,54 hektare
– Denpasar: 965,26 hektare
Penetapan ini menjadi dasar hukum perlindungan lahan agar tidak mudah dialihfungsikan untuk keperluan non-pertanian, guna menjaga keseimbangan antara pembangunan, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan petani.
Progres Lain dalam Rakor:
Selain penetapan LP2B, Gubernur juga mengevaluasi digitalisasi bantuan sosial melalui Portal Perlindungan Sosial Bali. Hingga 22 Juli 2026 pukul 08.00 Wita:
– 363.247 Kepala Keluarga (28,11% sasaran) telah mendaftar
– 341.544 KK telah lolos verifikasi administrasi
– 355.500 pendaftar Bantuan Pangan Non Tunai
– 344.206 pendaftar Program Keluarga Harapan
Sementara itu, Sensus Ekonomi 2026 di Bali mencapai 60,89 persen (1.039.662 responden), menempati peringkat ke-18 dari 38 provinsi dan sedikit di bawah capaian nasional 61,19 persen. Koster meminta seluruh jajaran mempercepat pendataan agar selesai tepat waktu dan menjadi dasar penyusunan kebijakan Ekonomi Kerthi Bali.
(Anugrah Arifanto)
#HASTAG:
#BeritaBali #LP2B #KetahananPangan #WayankKoster #PertanianBali #AlihFungsiLahan #EkonomiKerthiBali #NusamediaNews
—
