MBG SPPG BOJONGGALING BANTARGADUNG TERAPKAN EVALUASI KESEHATAN BERKALA BAGI RELAWAN, JAMIN KEAMANAN DAN KELAYAKAN LAYANAN

NUSAMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah nyata dilakukan dengan memberlakukan sistem evaluasi kesehatan relawan secara berkala dan berkelanjutan setiap tiga bulan sekali, sebuah inovasi dan standar kendali mutu yang diterapkan pertama kali di wilayahnya.
SPPG Bojonggaling saat ini melayani sekitar 2.000 penerima manfaat, yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita atau yang kerap disebut kelompok 3B. Menurut penanggung jawab program, Idan, inisiatif ini merupakan bagian dari tata kelola unggulan yang telah dirancang matang sejak awal pembentukan satuan pelayanan.
“Kegiatan ini sudah menjadi bagian dari program utama kami. Kami sangat bangga melihat seluruh tenaga dan relawan di SPPG Bojonggaling ini sudah bekerja dengan penuh etika dan tanggung jawab tinggi. Namun demikian, evaluasi kemampuan dan kondisi SDM tetap harus kami lakukan secara rutin,” ungkap Idan saat memberikan keterangan, Senin (18/05/2026).
Ia menjelaskan, standar kesehatan bagi relawan sudah diterapkan sejak proses perekrutan, di mana setiap calon wajib menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh atau Medical Check-Up (MCU) sebelum dinyatakan lolos dan mendapatkan sertifikasi kesehatan. Kini, standar itu ditingkatkan dengan pemeriksaan ulang secara berkala setiap tiga bulan sekali, dan kegiatan ini sudah bermitra secara resmi dengan pihak Kepala Puskesmas Bantargadung.
Pentingnya Kesehatan Relawan demi Keamanan Pangan
Idan menegaskan, pemeriksaan kesehatan rutin ini sangat krusial mengingat beban kerja dan tanggung jawab relawan yang sangat besar. Para tenaga operasional bekerja mulai pukul 01.00 hingga 02.00 dini hari untuk mempersiapkan bahan, memasak, mengawasi kualitas makanan, hingga proses pendistribusian. Hal ini dilakukan guna memastikan makanan sampai ke penerima manfaat dalam kondisi segar, aman, dan terhindar dari risiko pembusukan atau kontaminasi.
“Selain cek kesehatan fisik, kami juga rutin menggelar pelatihan dan pembekalan bagi penjamah makanan atau food handler. Tujuannya agar seluruh relawan benar-benar paham standar higiene sanitasi, peran, dan tanggung jawab mereka secara menyeluruh dalam menjaga keamanan pangan,” tambahnya.
Jaminan Kesejahteraan dan Pengelolaan Lingkungan Terstandar
Sementara itu, Debi selaku pengelola teknis menambahkan, jumlah relawan yang bertugas di SPPG Bojonggaling berjumlah tidak kurang dari 50 orang. Sebagai bentuk apresiasi dan perlindungan, seluruh tenaga relawan juga telah diikutsertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan prabayar berkelanjutan, yang biayanya sepenuhnya dijamin oleh mitra pendukung MBG SPPG. Biaya yang dialokasikan untuk perlindungan ini berkisar antara Rp700.000 hingga Rp800.000 setiap bulannya.
“Dukungan fasilitas kesehatan dan jaminan sosial ini diharapkan menjadi semangat bagi para relawan. Mereka bisa bekerja dengan tenang, fokus pada dampak sosial positif, kelancaran operasional, serta pengembangan kapasitas diri. Kontribusi nyata mereka kini telah mendapatkan dukungan penuh dan apresiasi luas dari masyarakat sekitar,” tegas Debi.
Selain kualitas SDM, aspek lingkungan juga menjadi prioritas utama. Debi memastikan persoalan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di lokasi telah terkelola dengan sangat baik dan aman. Bahkan, pembangunan IPAL menjadi agenda pertama yang diselesaikan sebelum dilakukan rehabilitasi konstruksi bangunan dapur.
“Kami ingin memastikan bahwa SPPG Bojonggaling telah mematuhi seluruh pedoman Badan Gizi Nasional (BGN). Mulai dari kualitas SDM, higienitas pangan, hingga pengolahan limbah, semuanya kami bangun di atas standar tertinggi demi keamanan, kelayakan, dan keberlanjutan operasional program ini,” pungkasnya.
(MB)
