
SUKABUMI, NusamediaNews.com – Kondisi jembatan gantung yang menghubungkan wilayah Dusun Cumanggala dan Dusun Cibeuning, Desa Bantargadung, menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, jembatan yang hancur terseret arus sungai sejak Desember 2025 lalu hingga saat ini belum mendapatkan perbaikan yang maksimal dari pemerintah, sehingga menghambat mobilitas warga.
Persoalan ini seharusnya menjadi perhatian serius, baik bagi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, mengingat pentingnya infrastruktur dalam menunjang kehidupan masyarakat.
Menurut warga setempat, Muhammad Baros, pembangunan infrastruktur desa pada dasarnya memiliki tujuan besar untuk mempercepat pemerataan ekonomi, meningkatkan kualitas hidup, serta mengurangi kesenjangan antara desa dan kota.
“Secara garis besar, pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan bertujuan memperlancar transportasi, menghubungkan desa dengan pusat ekonomi atau pasar, serta menurunkan biaya logistik. Selain itu, infrastruktur yang baik juga menciptakan lingkungan yang sehat dan layak huni, yang pada akhirnya meningkatkan angka harapan hidup,” ujar Baros kepada awak media, Jumat (10/04/2026).
Jembatan Hancur Total, Warga Gotong Royong Kumpulkan Dana Rp15 Juta
Kepala Desa Bantargadung, Uus Amrulah, membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa dampak rusaknya jembatan ini sangat dirasakan oleh warga, terutama para siswa SMP, SMA, dan SMK yang harus menempuh pendidikan di luar wilayah desa.
“Yang menjadi kekhawatiran kita adalah keselamatan warga, khususnya anak sekolah yang tinggal di Perkampungan Cibeuning. Mereka harus melewati jalur ini setiap hari. Padahal, pada Desember 2025 lalu, jembatan ini hancur terseret arus sungai hingga tidak menyisakan puing bangunan,” beber Uus Amrulah.
Karena tidak kunjung ada penanganan resmi, Pemerintah Desa (Pemdes) Bantargadung bersama masyarakat akhirnya mengambil inisiatif sendiri. Mereka melaksanakan kegiatan bhakti gotong royong dan melakukan pengumpulan dana untuk pembangunan kembali jembatan tersebut.
“Dari upaya gotong royong dan sumbangan masyarakat, terkumpul dana yang diperkirakan mencapai sekitar Rp 15 juta rupiah. Dana tersebut digunakan khusus untuk pembelian material bangunan,” tambahnya.
Harapan ke Bupati dan Gubernur
Melihat kondisi dan upaya yang dilakukan warga, Uus Amrulah berharap ada perhatian lebih dari pemimpin daerah. Ia berharap Bupati Sukabumi dan Gubernur Jawa Barat dapat merealisasikan harapan masyarakat di Dusun Cumanggala dan Dusun Cibeuning ini.
Selain itu, Uus juga berharap Camat Bantargadung dapat turun langsung meninjau pelaksanaan pembangunan yang dilakukan warga, serta membantu mendorong dan menyampaikan keluhan ini ke tingkat pemerintahan yang lebih tinggi agar mendapatkan bantuan yang lebih besar.
“Kami berharap pihak terkait bisa melihat langsung usaha keras warga, sehingga bisa ada bantuan atau program yang menyentuh langsung untuk penyelesaian jembatan ini secara permanen,” tutupnya.
Reporter: Muhtar Bahtiar