DaerahHukumInformationNasionalPendidikanSosBudTechnologyUpdate News

JANGAN GADAIKAN HARGA DIRI HANYA DEMI DUA JUTA RUPIAH

NUSAMEDIANEWS.COM, MOJOKERTO – “Kehormatan dan harga diri jauh lebih utama daripada nilai materi yang sifatnya sementara.”

Pernyataan tegas dan penuh makna tersebut disampaikan oleh Advokat Rikha Permatasari, S.H., M.H., C.Med., C.LO., C.PIM., saat menanggapi fenomena sosial yang semakin mengkhawatirkan, di mana integritas dan prinsip pribadi sering kali dikorbankan hanya demi mendapatkan keuntungan materi yang nilainya relatif kecil. Menurutnya, uang sebesar dua juta rupiah mungkin terlihat besar dan menggiurkan dalam sekejap, namun hal itu tidak ada artinya sama sekali jika harus dibayar mahal dengan hilangnya kepercayaan orang lain serta rusaknya nama baik yang dibangun dengan susah payah selama bertahun-tahun.

Uang Bisa Dicari, Reputasi Tidak Terbeli

Rikha mengingatkan kembali akan prinsip hidup yang sering terlupakan di tengah kerasnya persaingan hidup. Baginya, uang dan harta benda sejatinya adalah hal yang bisa dicari, diusahakan, dan didapatkan kembali kapan saja. Namun, kepercayaan dari orang lain, integritas diri, serta nama baik yang bersih adalah aset berharga yang membutuhkan waktu, kesabaran, dan proses panjang untuk membangunnya. Sayangnya, semua hal berharga itu bisa runtuh dan hilang seketika hanya karena satu keputusan yang salah atau tindakan yang tercela.

“Bagaimana mungkin seseorang bisa dipercaya untuk mengelola tanggung jawab besar, proyek bernilai miliaran hingga triliunan rupiah, jika saat menghadapi perkara kecil saja watak aslinya sudah terlihat? Karakter culas, serakah, dan niat buruk yang terekspos di awal, menunjukkan bahwa orang tersebut tidak layak memegang amanah apa pun,” ujar Rikha menegaskan pandangannya.

Di Zaman Edan, Prinsip Harus Tetap Berdiri Tegak

Lebih jauh, Rikha menyoroti kondisi kehidupan masa kini yang dinilainya penuh kepura-puraan dan sandiwara. Banyak orang yang terlihat baik di luar, memakai topeng kesalehan atau kepedulian, padahal di baliknya hanya menyembunyikan kepentingan pribadi dan keuntungan semata.

“Zaman boleh terus berubah dan berganti, tetapi nilai moral, etika, dan integritas tidak boleh ikut runtuh terbawa arus. Kita mungkin hidup di zaman yang serba edan, di mana barisan orang yang bertindak seperti preman atau mementingkan diri sendiri terlihat berkuasa. Namun, bagi orang yang memiliki prinsip, hal itu tidak boleh membuat kita kehilangan keberanian untuk tetap berada di jalan yang benar,” tegas Rikha dengan penuh ketegasan.

Jaga Amanah, Jaga Martabat Diri

Di akhir pernyataannya, Rikha Permatasari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap teguh menjaga kehormatan diri masing-masing di tengah derasnya arus godaan materi dan kemudahan instan yang ditawarkan zaman. Ia mengingatkan bahwa harkat dan martabat manusia tidak ditakar dari seberapa banyak kekayaan yang dimilikinya.

“Tetaplah menjadi pribadi yang senantiasa menjaga kehormatan diri. Ingatlah selalu, nilai harga diri seorang manusia tidak diukur dari banyaknya uang di sakunya, melainkan dari bagaimana ia menjaga amanah yang dipikulkan kepadanya dan bagaimana ia memelihara martabatnya sebagai manusia yang bermoral dan beretika,” tutup Rikha.

(Redho)

nusamedia

Bersama Menyuarakan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *