LPP-TIPIKOR RI: HARKITNAS 2026, BANGKIT BERSAMA BERANTAS KORUPSI DEMI KEDAULATAN NEGARA

NUSAMEDIANEWS.COM, JAKARTA – Bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026, Rabu 20 Mei 2026, Lembaga Pemburu Pelaku Tindak Pidana Korupsi Republik Indonesia (LPP-TIPIKOR RI) mengeluarkan pernyataan sikap resmi. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum LPP-TIPIKOR RI, Bram Pratama, I.A.Md, didampingi Sekretaris Jenderal Riadi Tambunan dan Wakil Ketua Umum Akhiruddin Siregar, di kantor pusat organisasi.
Dalam keterangannya, Bram Pratama menegaskan semangat kebangkitan yang lahir sejak berdirinya Boedi Oetomo tahun 1908 harus kembali dikobarkan sebagai kekuatan utama melawan korupsi, musuh nyata yang merusak sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Mengusung tema nasional “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, ia menilai makna kebangkitan masa kini bukan lagi melawan penjajahan fisik, melainkan berjuang menumpas korupsi, kolusi, dan nepotisme yang menghambat kemajuan, merampas hak rakyat, serta melemahkan kedaulatan negara di bidang ekonomi dan hukum.
Berikut isi lengkap pernyataan Ketua Umum LPP-TIPIKOR RI:
- Makna Harkitnas: Dari Persatuan Melawan Penjajah Menuju Persatuan Melawan Korupsi
“Sejarah mencatat, 20 Mei 1908 adalah titik awal kesadaran bersatu melawan penindasan. Hari ini, penindasan itu berubah wujud menjadi korupsi yang menggerogoti anggaran pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan kesejahteraan rakyat. Korupsi adalah pengkhianatan terbesar terhadap semangat para pendiri bangsa. Kebangkitan nasional hari ini berarti kebangkitan kesadaran kita semua untuk menolak, melaporkan, dan memerangi segala penyalahgunaan wewenang demi keuntungan pribadi atau golongan,” tegas Bram Pratama. - Korupsi Ancaman Nyata Bagi Masa Depan dan Tunas Bangsa
Sesuai tema tahun ini, ia mengingatkan: “Kita tidak mungkin menjaga dan menyiapkan generasi muda yang cerdas, sehat, dan berkarakter jika sumber daya negara terus dikuras oknum korup. Uang yang hilang akibat korupsi adalah hak anak bangsa atas pendidikan berkualitas, layanan kesehatan, dan lingkungan layak. Membiarkan korupsi sama artinya merampas masa depan tunas bangsa dan mengancam kedaulatan negara sendiri.” - Peran Masyarakat Adalah Kunci Kekuatan
Menurutnya, pemberantasan korupsi tidak bisa hanya beban aparat penegak hukum. “Semangat kebangkitan mengajarkan kekuatan terbesar bangsa ada pada persatuan rakyat. Kami mengajak pemuda, pelajar, akademisi, dan tokoh masyarakat aktif menjadi mata dan telinga pengawas, berani menyuarakan kebenaran, menolak budaya transaksional, dan mendukung penegakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu,” ujarnya. - Komitmen LPP-TIPIKOR RI
Sebagai lembaga kontrol sosial dan mitra penegak hukum, Bram Pratama menyatakan: “LPP-TIPIKOR RI berkomitmen terus bergerak, mengawal setiap dugaan korupsi di seluruh daerah. Kami akan tetap menjadi garda terdepan mengungkap penyimpangan, mendampingi saksi maupun korban, serta mendorong pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Kami tidak akan diam, kami akan terus ‘memburu’ dan mengekspos pelaku agar pertanggungjawaban hukum ditegakkan seberat-beratnya.” - Ajakan Bersama
Di akhir pernyataan, ia mengajak seluruh elemen bangsa: “Mari jadikan Hari Kebangkitan Nasional ini titik tolak kebangkitan integritas seluruh anak bangsa. Bangkitkan kembali semangat berjuang, berani, dan jujur. Jaga tunas bangsa, bersihkan negeri dari korupsi, demi Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.”
Kehadiran Sekretaris Jenderal Riadi Tambunan dan Wakil Ketua Umum Akhiruddin Siregar dalam penyampaian ini menegaskan dukungan penuh seluruh jajaran pimpinan organisasi terhadap sikap dan langkah strategis yang ditetapkan. Pernyataan ini disampaikan serentak di kantor pusat dan seluruh perwakilan daerah LPP-TIPIKOR RI, menjadi pesan persatuan bahwa pemberantasan korupsi adalah tanggung jawab kita semua, wujud nyata cinta tanah air, dan bentuk tertinggi menjaga kedaulatan negara.
(Rio)
