DaerahInformationUpdate News

Adanya Konflik Internal, Ketua YLBH Sarana Keadilan Rakyat Usulkan Pembubaran Total Organisasinya

NUSAMEDIANEWS.COM | PASURUAN – Wacana pembubaran Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Sarana Keadilan Rakyat mengemuka di tengah ketegangan yang masih berlangsung di internal organisasi. Usulan tersebut disampaikan secara tegas oleh Ketua Pengurus Harian, Mukhamad Khoirul Huda, dalam sebuah rapat internal yang dihadiri sekitar 50 orang anggota pada Senin (8/6/2026).

Menurut Huda, langkah pembubaran dapat menjadi alternatif terbaik apabila seluruh unsur di dalam organisasi sudah tidak lagi memiliki kesamaan visi dan misi dalam menjalankan roda lembaga.

“Jika sudah tidak ada lagi kesamaan arah dan tujuan dalam membangun organisasi, maka pembubaran justru menjadi solusi yang lebih bijak daripada membiarkan konflik berlarut-larut dan merusak citra lembaga,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dinamika yang berkembang selama ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan yang cukup mendasar, baik di antara para pendiri maupun sesama pengurus. Kondisi ini dinilai telah mengganggu soliditas organisasi serta menghambat upaya mewujudkan cita-cita awal pendirian lembaga tersebut.

Sebagai pihak yang namanya tercantum dalam akta pendirian dan dokumen pengesahan resmi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Khoirul Huda menyatakan tetap menghormati berbagai pendapat yang muncul dalam upaya penyelesaian masalah. Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberlangsungan sebuah organisasi seharusnya didasari oleh kesepahaman dan komitmen bersama untuk memajukan lembaga serta menjaga nama baik yang telah dibangun.

Dalam rapat tersebut, Huda juga menyinggung keputusan Dewan Pembina sebelumnya yang memberlakukan pembekuan seluruh aktivitas lembaga. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa persoalan yang ada memerlukan penyelesaian yang menyeluruh, adil, dan memuaskan seluruh pihak.

Selain membahas kelanjutan organisasi, rapat juga menyoroti penggunaan identitas lembaga. Huda meminta kepada seluruh anggota yang masih menggunakan atribut seperti stiker, logo, atau lambang YLBH Sarana Keadilan Rakyat pada kendaraan maupun perlengkapan pribadi agar segera melepaskannya. Langkah ini disebutnya sebagai bentuk tanggung jawab moral mengingat status organisasi yang belum menemukan titik terang penyelesaiannya.

“Apabila nantinya disepakati untuk membubarkan yayasan ini, maka seluruh atribut yang berkaitan dengan nama dan identitas lembaga sebaiknya tidak lagi dipergunakan,” tegasnya.

Merespons arahan tersebut, sejumlah anggota yang hadir langsung melepaskan atribut organisasi yang selama ini mereka gunakan sebagai bentuk dukungan terhadap sikap yang disampaikan pimpinan.

Khoirul Huda sendiri juga menyatakan tidak akan lagi menggunakan logo YLBH Sarana Keadilan Rakyat. Ia diketahui merupakan pencipta karya cipta logo tersebut, sebagaimana tercatat dalam Surat Pencatatan Ciptaan Nomor 000944292 yang diumumkan pada 25 Juli 2025, berdasarkan permohonan Nomor EC002025104031 tertanggal 2 Agustus 2025.

(Redho)

nusamedia

Bersama Menyuarakan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *