DaerahInformationPendidikanUpdate News

Dinsos Hadir Fasilitasi Pendidikan Anak Viral, Pekerja Badut di Singaraja Berpeluang Kuliah Lewat Program SADESA

NUSAMEDIANEWS.COM | SINGARAJA – Menyikapi kisah perjuangan Ni Ketut Purnami Dewi yang viral di media sosial, jajaran Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng bergerak cepat. Kepala Dinas, I Putu Kariaman Putra, S.Sos., M.M., bersama Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial serta staf, melakukan kunjungan langsung ke kediaman Dewi di Kelurahan Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng, pada Jumat (6/6/2026). Langkah ini dilakukan tak lama setelah kisah gadis muda yang bekerja keras sebagai badut di taman kota ini mendapatkan perhatian luas, termasuk dibagikan oleh salah satu staf Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Kedatangan rombongan dinas sosial bertujuan untuk memverifikasi kondisi riil yang dialami Dewi, memberikan intervensi kebutuhan dasar, sekaligus mencari solusi konkret atas persoalan sosial dan ekonomi yang sedang dihadapinya. Dari hasil asesmen di lapangan, tergambar jelas beratnya perjuangan hidup yang harus ditanggung gadis tersebut sehari-hari.

Diketahui, Dewi setiap harinya bekerja menghibur warga dan pengunjung taman kota dengan berpakaian badut demi mendapatkan penghasilan untuk bertahan hidup. Saat ini ia menumpang tinggal di rumah kontrakan bersama iparnya. Sementara itu, ibunya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di wilayah Kelurahan Banjar Tegal, hanya sanggup menyisihkan sekitar Rp300.000 per bulan untuk membantu biaya sewa tempat tinggal sang anak.

Di tengah keterbatasan ekonomi yang sangat sulit, Dewi menyimpan cita-cita besar: keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Namun, mimpi tersebut terhalang oleh kendala biaya yang belum teratasi. Berdasarkan data kesejahteraan sosial, Dewi masuk dalam kategori Desil -7 dan saat ini masih tercatat sebagai peserta KIS Mandiri.

Dalam pertemuan tersebut, Dinsos P3A Buleleng menyerahkan bantuan awal berupa paket sembako dan pakaian layak pakai sebagai wujud kepedulian dan dukungan langsung terhadap kebutuhan dasar Dewi dan keluarganya.

Usai melakukan pengecekan data dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, Kepala Dinsos P3A Buleleng merumuskan sejumlah langkah strategis untuk menolong Dewi ke depannya. Salah satu langkah utama adalah menyarankan adanya penyesuaian atau perpindahan domisili agar proses pembaruan data kesejahteraan sosial (desil) dan administrasi kependudukan menjadi lebih akurat dan mempermudah akses bantuan layanan publik.

Kabar paling menggembirakan disampaikan terkait masa depan pendidikan Dewi. Pihak Dinsos berkomitmen akan menjembataninya melalui program unggulan daerah.

“Terkait keinginan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, kami akan berkoordinasi intensif melalui Program SADESA atau Satu Desa Satu Sarjana. Kami buka peluang selebar-lebarnya agar keinginan mulia tersebut bisa terwujud,” tegas I Putu Kariaman Putra.

Selain pendidikan, pihaknya juga mengupayakan perbaikan akses kesehatan. Kariaman Putra menyarankan agar tunggakan iuran KIS Mandiri segera diselesaikan, sehingga status kepesertaan dapat dialihkan menjadi JKN-KIS PBI yang sepenuhnya ditanggung negara sesuai regulasi yang berlaku. Ia juga mendorong perangkat kelurahan untuk segera memperbarui data terpadu kesejahteraan sosial agar sesuai dengan kondisi riil warga di lapangan.

Menyambut langkah cepat ini, Lurah Banjar Jawa, Nyoman Artadana, SA., Kun, menyampaikan apresiasi mendalam. Menurutnya, respons tangkas Dinas Sosial membuktikan kehadiran pemerintah benar-benar terasa bagi warga yang membutuhkan. Pihak kelurahan pun berjanji akan sepenuhnya mendukung proses pemutakhiran data dan membantu kelancaran koordinasi antarinstansi.

“Kami sangat mengapresiasi langkah ini. Pemerintah Kelurahan Banjar Jawa siap sepenuh hati mendukung pembaruan data sosial dan segala hal yang diperlukan agar penanganan kasus ini berjalan lancar,” ujar Artadana.

Melalui rangkaian intervensi sosial ini, pemerintah daerah berharap beban hidup yang ditanggung Ni Ketut Purnami Dewi dapat berkurang, kesejahteraannya meningkat, dan pintu masa depan yang lebih cerah terbuka lebar melalui akses pendidikan tinggi, demi terwujudnya kemandirian di masa mendatang.

(Kadek Ariawan)

#BulelengPaten
#BulelengErabaru

nusamedia

Bersama Menyuarakan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *