Hiking di Puthuk Gragal, Bonus Air Terjun di Jalur Pendakiannya

NUSAMEDIANEWS.COM, MOJOKERTO – Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan jumlah gunung terbanyak di Indonesia, sehingga tak heran jika daerah ini menjadi destinasi favorit bagi para petualang dan pencinta alam. Di wilayah ini, beragam jalur pendakian dengan pemandangan menawan tersebar dan siap dieksplorasi.
Salah satu destinasi menarik yang bisa dikunjungi adalah Puthuk Gragal, yang secara administratif terletak di Desa Cembor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Lokasi base camp pendakiannya dapat dijangkau dengan waktu tempuh sekitar satu jam perjalanan berkendara dari pusat Kota Mojokerto
Base camp kawasan ini berada di ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut (mdpl), sedangkan titik puncaknya mencapai 1.480 mdpl. Secara umum, durasi pendakian menuju puncak memakan waktu sekitar dua jam dengan ritme berjalan santai. Kondisi ini menjadikan Puthuk Gragal sangat cocok sebagai lokasi pendakian harian atau tanpa bermalam, terutama bagi wisatawan yang memiliki waktu liburan terbatas.
Sebagai alternatif, pengunjung juga bisa memilih rencana perjalanan dua hari satu malam, yakni mendirikan tenda dan bermalam di Pos 4 pada hari pertama. Keesokan paginya, rombongan dapat melanjutkan perjalanan ke puncak untuk menyaksikan keindahan matahari terbit, sebelum menurun kembali dan menyempatkan diri berkunjung ke lokasi air terjun yang berada di jalur pendakian.
Secara jalur, terdapat empat pos utama yang harus dilalui sebelum mencapai titik tertinggi. Dari base camp hingga menuju Pos 3, karakteristik medan masih tergolong landai dengan vegetasi yang cukup lebat, sehingga suasana sepanjang jalan terasa sejuk dan rindang. Tantangan berupa tanjakan curah baru mulai terasa saat memasuki jalur menuju Pos 4, dengan kemiringan mencapai 60 derajat yang cukup menguras tenaga pendaki.
Setibanya di Pos 4, wisatawan dapat beristirahat sejenak atau mendirikan tenda untuk bermalam. Pos ini menjadi batas akhir lokasi perkemahan, mengingat kondisi di puncak yang berangin sangat kencang sehingga kurang ideal untuk mendirikan kemah. Selain terlindung dari hembusan angin, keunggulan Pos 4 lainnya adalah tersedianya sumber air alami di sekitar lokasi.
Jarak dari Pos 4 menuju puncak terbilang sangat dekat, dengan estimasi waktu pendakian hanya sekitar 15 menit saja. Sesampainya di titik tertinggi, para pendaki akan disuguhi pemandangan hamparan padang rumput atau sabana yang luas di sisi timur, serta gagahnya pemandangan Gunung Penanggungan dan Gunung Arjuno-Welirang yang tampak jelas di kejauhan.
Setelah puas menikmati pemandangan dan berfoto di puncak, perjalanan dilanjutkan kembali menurun ke arah base camp. Namun, jangan lewatkan kesempatan mampir ke lokasi air terjun Coban Cepung yang lokasinya tidak jauh dari Pos 4. Untuk mencapainya, dibutuhkan waktu sekitar setengah jam berjalan kaki melewati jalur naik-turun yang diapit rimbunnya pepohonan bambu.
Terkait biaya, pengunjung dikenakan tarif masuk kawasan pendakian sebesar Rp10.000 per orang, belum termasuk biaya parkir kendaraan sebesar Rp10.000. Kawasan ini beroperasi selama 24 jam, sehingga wisatawan memiliki kebebasan waktu untuk berkunjung kapan saja. (Redho)
