MENJELANG IDUL ADHA, PENGIRIMAN SAPI BALI MENURUN: STOK HABIS, KEBIJAKAN KUOTA DINILAI TEPAT

NUSAMEDIANEWS.COM, GILIMANUK – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh akhir Mei 2026, aktivitas pengiriman Sapi Bali menuju luar pulau melalui Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk masih terlihat berjalan, meski voluminya tidak sebanyak hari-hari sebelumnya. Penurunan jumlah pengiriman ini wajar dan disebabkan ketersediaan stok sapi layak potong di Bali yang mulai menipis dan hampir habis diserap pasar.
Para pelaku usaha dan pengusaha ternak menilai, kebijakan Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster yang beberapa kali menambah kuota pengeluaran Sapi Bali sangat tepat dan selaras dengan kebutuhan lapangan. Kebijakan yang dijalankan bersinergi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali ini menjadi jawaban atas kesulitan yang sempat dirasakan pengusaha, yang sebelumnya mengalami hambatan distribusi akibat penghentian sementara perizinan lantaran kuota habis.
Pengusaha Apresiasi Langkah Pemprov

Kadek Archo, pemilik usaha CV Krama Bali Sentosa (KBS) dan UD Kusuka Ternak, saat ditemui awak media di lokasi pelabuhan, menyampaikan apresiasinya terhadap kebijakan pemerintah daerah. Menurutnya, penambahan kuota yang disesuaikan dengan ketersediaan stok sangat membantu kelancaran usaha dan mencegah kerugian bagi pengusaha.
“Kebijakan Pak Gubernur dan jajaran Dinas Pertanian sangat tepat sasaran. Dulu kami sempat kesulitan mengirimkan sapi ke luar pulau karena kuota penuh dan izin dihentikan. Namun dengan kebijakan penambahan kuota bertahap ini, distribusi jadi lancar dan kami bisa memenuhi permintaan pasar luar Bali, terutama menjelang Idul Adha seperti saat ini,” ungkap Kadek Archo, Kamis (21/5/2026).
Ia juga menilai, pengaturan kuota yang ketat namun fleksibel ini membawa dampak positif berlipat ganda. Selain melancarkan distribusi dan menekan biaya transportasi, langkah ini juga efektif mencegah praktik penyelundupan lewat jalur tikus serta tindak pidana pemalsuan atau penduplikasian dokumen izin yang sering dilakukan oknum akibat sulitnya mendapatkan izin resmi.
Usul: Tutup Penjualan Bibit ke Luar Pulau
Meski puas dengan pengaturan kuota sapi potong, Kadek Archo menyampaikan usulan strategis ke depannya agar Sapi Bali tetap menjadi komoditas unggulan daerah dan berdaya saing tinggi di pasar nasional. Ia meminta Pemprov Bali untuk tetap melonggarkan pengiriman sapi potong sesuai stok yang ada, namun sebaiknya mulai menutup akses penjualan bibit atau bakalan Sapi Bali ke luar pulau.
“Ke depan kami berharap Pemprov tetap melonggarkan pengiriman sapi potong sesuai stok, tetapi sebaiknya penjualan bibit atau anak sapi ke luar Bali ditutup total. Tujuannya jelas, agar hasil peternakan Sapi Bali kita tidak kedatangan banyak kompetitor dari luar daerah. Selama ini, bibit kita banyak dibawa keluar, dikembangkan di sana, lalu hasilnya justru bersaing dengan produk asli Bali di pasar nasional. Hal ini tentu merugikan peternak lokal kita,” jelasnya.
Menurutnya, langkah pembatasan bibit ini penting untuk menjaga keberlanjutan usaha peternakan di Bali, agar ras asli Sapi Bali tetap menjadi kekhasan dan keunggulan ekonomi masyarakat Bali, sekaligus menjamin kesejahteraan peternak lokal yang selama ini merawat dan mengembangkan jenis sapi unggulan tersebut.
Saat ini, arus pengiriman sapi di Gilimanuk masih berjalan namun jumlahnya semakin berkurang seiring menipisnya stok di kandang-kandang pengumpul. Pasca Idul Adha, pola pengiriman diharapkan kembali normal dan fokus pada pemulihan populasi ternak agar tetap berkelanjutan. (Kadek Ariawan)
