
NUSAMEDIANEWS.COM, BULELENG – Kecamatan Buleleng resmi meluncurkan festival seni budaya bertaraf besar bernama SINGA KREN FEST (Singaraja Kreativitas Seni Festival). Acara akbar ini merupakan gagasan dari Camat Buleleng, Putu Gopi Suparnaca, S.Sos., yang dicanangkan pada tanggal 2 April 2026 lalu.
Festival yang akan digelar perdana kali ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 8 – 10 Mei 2026 bertempat di lokasi Eks Pelabuhan Tua Buleleng, Singaraja. Pembukaan acara ini akan diresmikan langsung oleh Bupati Buleleng, Dr. I Nyoman Sujitdra, Sp.OG, didampingi Wakil Bupati, Gede Supriatna, S.H.
MAKNA DAN FILOSOFI NAMA “SINGA KREN”
Nama SINGA KREN bukan sekadar nama unik, melainkan memiliki makna mendalam dan filosofi yang kuat. Akronim ini berasal dari SINGaraja KREativitas Seni.
Makna Per Kata:
– Singaraja: Ibukota Buleleng yang identik dengan lambang “Singa” yang berarti gagah, kuat, berwibawa, dan menjadi pusat kepemimpinan budaya di Bali Utara.
– Kreativitas: Semangat inovasi dan daya cipta tanpa meninggalkan akar tradisi.
– Seni: Ekspresi keindahan, mulai dari seni tradisi khas Buleleng hingga seni kontemporer.
– Festival: Perayaan dan pesta rakyat.
Tiga Lapisan Makna:
1. Identitas: Menegaskan karakter Singaraja yang gagah seperti singa, namun tetap “kren” atau kekinian, gaul, dan relevan dengan zaman.
2. Gerakan: Menjadi kebangkitan ekosistem seni Bali Utara, tempat tradisi bertemu inovasi, dan budaya menjadi penggerak ekonomi kreatif.
3. Harapan: Menjadikan Buleleng bukan sekadar penonton, melainkan menjadi “Raja” atau pelaku utama di panggung seni nasional.
TEMA AGUNG: “PURWANING SASTROTSAWA PRAGATI”
Dalam penyelenggaraan perdana ini, SINGA KREN mengusung tema besar:
“PURWANING SASTROTSAWA PRAGATI”
Yang artinya: “NILAI BUDAYA, TRADISI DAN FILSAFAT SEBAGAI AWAL KEMAJUAN”.
Tema ini mengandung pesan bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari materi semata, tetapi harus berangkat dari pemahaman dan penghayatan yang kuat terhadap nilai-nilai luhur budaya, tradisi, dan spiritualitas leluhur.





RANGKAIAN KEGIATAN
Festival ini memadukan kekayaan budaya multietnis yang ada di Buleleng (Bali, Tionghoa, Bugis, Madura, Jawa) dengan semangat modern. Adapun konsep acara meliputi:
– Seni Tradisi: Pertunjukan Genjek, Cak Buleleng, Gong Kebyar, Tari Janger, Barong Sai, Hadrah, dan lainnya.
– Seni Kontemporer: Musik modern, teater, seni rupa, film pendek, dan digital art.
– UMKM & Ekraf: Pameran produk lokal, kuliner khas, dan fashion.
– Edukasi: Workshop seni, lomba, dan sarasehan budaya.
TUJUAN PENYELENGGARAAN
Dilatarbelakangi oleh instruksi Bupati dan Wakil Bupati Buleleng agar setiap kecamatan memiliki event unggulan, SINGA KREN hadir untuk mewadahi kreativitas anak muda sekaligus melestarikan warisan budaya.
Festival ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Buleleng, serta menjadikan Singaraja sebagai pusat budaya yang berwibawa di Bali Utara.
Masyarakat diundang untuk hadir dan memeriahkan perhelatan akbar SINGA KREN FEST 2026!
(Kadek Ariawan)