
GILIMANUK, NUSAMEDIANEWS.COM – Pantauan langsung di kawasan Karantina Gilimanuk pada Minggu, 3 Mei 2026, terlihat aktivitas pengiriman sapi potong untuk pasokan hewan kurban ke sejumlah daerah di luar Pulau Bali mulai terasa sepi.
Menurunnya aktivitas tersebut dikarenakan kuota sapi kiriman yang belakangan sudah ditambah kembali sebanyak 3.500 ekor kini mulai menipis. Hal ini sekaligus menunjukkan adanya peningkatan produktivitas dan tingginya permintaan terhadap sapi Bali dari berbagai daerah.
Menurut Kadek Archo, selaku pemilik usaha ternak, kondisi ini merupakan dampak alami dari tingginya serapan pasar. Ia juga menilai bahwa pelayanan yang diberikan di Karantina Gilimanuk selama ini berjalan sangat cepat, transparan, dan profesional.
“Pelayanan di karantina Gilimanuk sangat cepat, transparan dan profesional sehingga selama ini tidak ada hambatan dalam penjualan dan pengiriman ke luar pulau,” ujar Kadek Archo.
Lebih lanjut ia menjelaskan, seluruh sistem administrasi secara online yang diwajibkan juga berjalan lancar tanpa mengalami hambatan berarti.
“Sementara ini tidak satupun ada sapi Bali yang terdiagnosis terkena penyakit PMK, LSD, dan penyakit lainnya. Sehingga proses pengiriman berjalan aman dan lancar,” tambahnya.
(Kadek Ariawan)