KASUS MELUAS! 4 KORBAR BARU MUNCUL, TOTAL 8 ANAK DIANIAYA OKNUM POLISI DI SURABAYA

Orang Tua Korban dugaan Penganiayaan mendatangi Kantor Hukum D’Firmansyah & Rekan untuk meminta Pendampingan Hukum (Dokumentasi: Redho)

NUSAMEDIANEWS.COM, SURABAYA – Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Polres Tanjung Perak, Aipda Slamet Hutoyo, semakin meluas. Setelah sebelumnya tercatat ada 4 korban, kini muncul 4 nama anak lain yang mengaku menjadi korban kekerasan yang sama, sehingga total korban kini mencapai 8 orang.

Tiga dari korban awal telah melaporkan pelaku ke SPKT Polrestabes Surabaya dengan nomor laporan: LP/B/936/V/2026/SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur, tanggal 3 Mei 2026. Laporan diwakili oleh Moch Umar selaku orang tua korban berinisial SBR (14 tahun), beserta BS (15 tahun) dan NG (15 tahun).

Melihat keberanian tersebut, orang tua korban lainnya pun akhirnya memberanikan diri bersuara. Mereka mendatangi Kantor Hukum D’Firmansyah & Rekan di Jalan Jagalan No. 16 Surabaya, Selasa siang (5/5/2026), untuk meminta pendampingan hukum.

4 Korban Baru Muncul
Kuasa Hukum korban, Dodik Firmansyah, membenarkan kedatangan klien barunya tersebut. Terungkap, ada 4 anak lagi yang menjadi korban, yakni berinisial SW (14), HB (14), RA (14), dan MR (15). Mereka rata-rata berdomisili di Kelurahan Pacar Kembang, Kecamatan Tambaksari.

“Kejadiannya saat mereka main bola di gang kampung. Mereka diduga dianiaya oleh Aipda SH. Korban sebelumnya gak berani melapor karena takut,” ungkap Dodik.

Dodik menambahkan, berdasarkan keterangan orang tua korban, terduga pelaku bahkan sempat mengancam dengan kalimat yang sangat menakutkan.

“Dari penuturan mereka, terduga pelaku sempat mengancam orang tua dengan kata-kata: ‘Kalau kamu sebagai orang tua gak bisa ngatur anak mu, biar tak hajar’. Korban mengalami trauma pasca penganiayaan dan ancaman tersebut,” tambahnya.


Modus Awal Kejadian
Diketahui, insiden pertama bermula pada Sabtu malam, 2 Mei 2026, sekitar pukul 22.30 WIB di Pacar Kembang Gang 3 No. 84. Awalnya, anak-anak tersebut sedang bermain bola hingga tidak sengaja menghantam pagar tetangga rumah Aipda Slamet Hutoyo.

Melihat hal itu, oknum tersebut diduga keluar rumah dan melempar paving block ke arah anak-anak. Saat lemparan meleset, pelaku diduga mendatangi dan melakukan penganiayaan hingga korban mengalami memar di bagian kepala.

Orang Tua Desak Dipecat
Melihat jumlah korban yang sudah mencapai 8 anak, orang tua korban berharap aparat kepolisian memberikan sanksi yang sangat tegas. Mereka menuntut agar Aipda Slamet Hutoyo diberi sanksi maksimal berupa pemecatan dari kepolisian.

“Total korbannya sampai saat ini ada 8 orang anak. Jadi ini bukan peristiwa tindak pidana biasa. Perlu atensi khusus dari Kapolres Tanjung Perak dan pimpinan di atasnya agar kasus ini ditindaklanjuti secara hukum yang berlaku,” tegas Dodik Firmansyah.

(Redho)

  • nusamedia

    Bersama Menyuarakan Rakyat

    Related Posts

    BERSAMA ITB STIKOM BALI, MAHASISWA PRANCIS KEMBANGKAN DESA DIGITAL DI PUNGGUL
    • May 6, 2026

    NUSAMEDIANEWS.COM, BADUNG – Mahasiswa dari Polytech Montpellier, Prancis, yang sedang menjalani program internship di ITB STIKOM Bali, melakukan kunjungan kerja di Desa Punggul, Kabupaten Badung, Senin (4/5/2026). Kunjungan ini bertujuan…

    Read more

    Continue reading
    KAPOLDA BALI KAWAL DAN ANTAR KEBERANGKATAN MENTERI PERTAHANAN RI DAN JEPANG
    • May 6, 2026

    NUSAMEDIANEWS.COM, DENPASAR – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali, Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., turut mengantarkan keberangkatan Menteri Pertahanan Republik Indonesia bersama Menteri Pertahanan Jepang beserta rombongan. Kegiatan pelepasan…

    Read more

    Continue reading

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    BERSAMA ITB STIKOM BALI, MAHASISWA PRANCIS KEMBANGKAN DESA DIGITAL DI PUNGGUL

    KAPOLDA BALI KAWAL DAN ANTAR KEBERANGKATAN MENTERI PERTAHANAN RI DAN JEPANG

    KASUS MELUAS! 4 KORBAR BARU MUNCUL, TOTAL 8 ANAK DIANIAYA OKNUM POLISI DI SURABAYA

    SETYA KITA PANCASILA DESAK POLRES BOGOR TUNTASKAN KASUS EKSPLOITASI SEKSUAL ANAK DAN PERDAGANGAN KONTEN ILEGAL

    PENGIRIMAN SAPI DI GILIMANUK MASIH RUTIN, PEMERIKSAAN DILAKUKAN SECARA TELITI DAN KETAT

    BUPATI ANTON RESMIKAN PAMERAN PENDIDIKAN, JADI RUANG INSPIRASI DAN INOVASI HARDIKNAS 2026

    MENGUKIR AKSES TANPA BATAS, POLDA GORONTALO HADIRKAN LAYANAN 110: GARDA RESPONS CEPAT 24 JAM

    PERBAIKAN GAPURA TNBB, ARUS LALU LINTAS DI PEJARAKAN SEMPET TERSENDAT

    PIMPIN UPACARA HARDIKNAS, KADISDIK SOFYAN ENDAMORA TEKASKAN PENTINGNYA MERDEKA BELAJAR

    WARGA KHAWATIR AKSES JALAN LINGGARESMI – CIMANGGALA BANTARGADUNG TIDAK BERTAHAN LAMA

    HOCKEY BADUNG RAIH EMAS DAN PERAK DI SINGARAJA HOCKEY CUP 2026

    AKTIVITAS PENGIRIMAN SAPI DI KARANTINA GILIMANUK TERLIHAT SEPI, KUOTA SUDAH MENIPIS

    GELAR AKSI BERSIH-BERSIH, PERBEKEL PEJARAKAN INGATKAN PENTINGNYA PENGELOLAAN SAMPAH

    PELAPOR HARAP POLRES SUKABUMI SEGERA AMANKAN PELAKU PERUSAKAN RUMAH DI BANTARGADUNG

    KEBAKARAN MELANDA DUA UNIT RUMAH DI LINGKUNGAN PTPN IV REGIONAL II UNIT PERKEBUNAN AJAMU, DIDUGA AKIBAT KORSLETING LISTRIK

    BUPATI SUKABUMI DIHARAPKAN JAWAB KELUHAN WARGA, RUMAH WARGA DI DESA CICAREUH – CIKIDANG DIAMBRUKAN

    VIRAL LAGU “SITI MAWARNI”, MASYARAKAT USUL AMIN WAHYUDI HARAHAP JADI DUTA ANTI NARKOBA

    ARUS LISTRIK LEMAH DI TAMBUSAI UTARA, WARGA KELUHKAN BANYAK ELEKTRONIK RUSAK DAN TIDAK BERFUNGSI