
NUSAMEDIANEWS.COM, PEJARAKAN – Pemerintah Provinsi Bali kembali menambah kuota pengiriman sapi potong dan bibit ke luar Pulau Bali. Melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Bali Nomor 482 Tanggal 11 Mei 2026, diterbitkan perubahan kedua atas keputusan sebelumnya (SK Gubernur No. 947/03-F/HK/2026), menyusul kondisi di lapangan yang menunjukkan stok sapi layak potong milik peternak masih melimpah, khususnya di wilayah Bali Tengah dan Bali Timur.
Sebelumnya, kuota tambahan telah diberikan sebanyak 3.500 ekor, namun jumlah tersebut dinilai belum cukup untuk menyerap seluruh stok yang ada. Kini, Gubernur Bali kembali menambah alokasi sebanyak 3.000 ekor, sehingga total penambahan kuota yang diberikan mencapai 6.500 ekor. Kebijakan ini diambil untuk menjawab ketimpangan antara ketersediaan hewan ternak yang tinggi dengan permintaan pasar antarpulau yang juga terus meningkat.
Langkah strategis ini diharapkan mampu menyeimbangkan sisi suplai dan permintaan, sehingga berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat serta kesejahteraan para peternak di seluruh wilayah Bali.
Pengusaha Sapi Apresiasi Kebijakan Pemprov Bali

Keputusan Gubernur Bali ini disambut sangat positif oleh para pelaku usaha peternakan dan pengusaha sapi. Salah satunya adalah Made Sudarsana atau akrab disapa Pak Made Taro, pengusaha sapi asal Pejarakan, yang mengaku sangat lega atas terbitnya kebijakan penambahan kuota ini.
Made Taro menceritakan bahwa sebelumnya ia sempat mengalami kesulitan karena pesanan sapi dari rekanan di luar Bali tertahan dan penuh ketidakpastian akibat terbatasnya kuota pengiriman. Meski demikian, ia tetap optimis dan yakin Pemerintah Daerah akan segera merespons kondisi riil di lapangan, mengingat masih banyak sapi milik peternak yang sudah waktunya dijual atau “dipanen”.
“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur Bali Wayan Koster beserta jajaran Dinas terkait. Kebijakan ini sangat tepat sasaran, kami yang bergerak di lapangan merasa sangat diperhatikan dan terbantu sekali,” ungkap Made Taro penuh rasa syukur.
Kondisi Stok di Gerokgak Sudah Nyaris Habis
Sementara itu, pengusaha lainnya, Kadek Archo, menilai keputusan ini sangat strategis dan bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat luas. Namun, di sisi lain Kadek Archo menyatakan dirinya tidak akan melakukan pengiriman lagi meski kuota sudah ditambah. Hal ini dikarenakan pesanan yang sedang ia tangani sekitar 200 ekor terpaksa dibatalkan karena risiko yang terlalu tinggi.
Selain itu, kondisi stok sapi potong di wilayah Kecamatan Gerokgak tempat usahanya beroperasi saat ini sudah nyaris terserap habis seluruhnya. Artinya, penambahan kuota kali ini lebih banyak akan diserap dari wilayah-wilayah lain yang stoknya masih melimpah.
“Kebijakan ini sangat bagus dan strategis dampaknya bagi ekonomi Bali. Namun untuk saya pribadi, stok di daerah kami sudah habis semua dan ada pesanan yang batal karena risiko tinggi. Meski begitu, langkah Pemprov ini sangat tepat untuk membantu peternak di wilayah lain yang masih menyimpan banyak stok,” jelas Kadek Archo.
Dengan terbitnya SK Gubernur terbaru ini, diharapkan perputaran ekonomi di sektor peternakan semakin lancar, harga sapi tetap terjaga baik, dan kesejahteraan para peternak Bali semakin meningkat.
(Kadek Ariawan)