
NUSAMEDIANEWS.COM, PEJARAKAN – Kamis, 14 Mei 2026. Meskipun jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di kawasan wisata Batuampar, Pejarakan, mengalami penurunan, semangat dan kepedulian lingkungan dari para staf Homestay Banana Leaf justru tak luntur. Secara rutin setiap hari Minggu, mereka bergerak membersihkan dan mengumpulkan sampah yang berserakan di sepanjang jalur strategis, mulai dari akses masuk Mimpi Resort hingga menuju Pelabuhan Dermaga Banyumandi, Banyuwedang, Pejarakan.
Dermaga Banyumandi sendiri merupakan titik penyeberangan utama menuju Pulau Menjangan, destinasi wisata bahari yang mendunia dan sangat populer di kalangan pecinta snorkeling maupun scuba diving. Jalur ini menjadi akses vital yang setiap hari dilalui ratusan pengunjung, baik yang hendak menyeberang, berwisata ke Pantai Pasir Putih, maupun berendam di Permandian Air Panas Banyuwedang.
Sampah Bukan dari Warga Lokal, Diduga Sisa Wisatawan
Berdasarkan pantauan di lapangan, tumpukan sampah yang berserakan di sepanjang rute wisata tersebut diketahui bukan berasal dari warga sekitar wilayah Karangrintis. Pasalnya, sistem pengelolaan dan pengangkutan sampah di lingkungan masyarakat Karangrintis sudah tertib dan ditangani langsung oleh petugas kebersihan dari desa setempat.
Sampah-sampah yang ditemukan, diduga kuat berasal dari para wisatawan lokal yang melintas dan berkunjung ke kawasan tersebut namun kurang sadar akan kebersihan. Hal ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat kawasan tersebut adalah gerbang utama pariwisata yang menentukan kesan pertama bagi pengunjung.
Ajak Pelaku Usaha Lain Turun Tangan
Langkah nyata yang dilakukan tim Homestay Banana Leaf ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan contoh bagi pelaku usaha pariwisata lain di sekitar kawasan Batuampar. Di antaranya Mimpi Resort, Gawana Resort, White Sand Beach Hotel, Dinasty Hotel, serta seluruh pengelola wisata dan akomodasi lainnya.
Kebersihan jalur utama ini dinilai sangat krusial, karena setiap hari banyak wisatawan asing yang melintas untuk menuju dermaga maupun proses check-in di hotel-hotel sekitar. Pemandangan sampah yang berserakan sangat berpotensi memberikan kesan negatif dan merusak citra pariwisata daerah, yang pada akhirnya dapat memperburuk tingkat kunjungan yang saat ini sedang menurun.
Dengan kerja sama dan kepedulian bersama, diharapkan kawasan wisata Pejarakan tetap terjaga keasrian dan kebersihannya, sehingga tetap nyaman dikunjungi dan mampu memikat kembali lebih banyak wisatawan dari dalam maupun luar negeri.
(ARDEK)