
NUSAMEDIANEWS.COM, SIDOARJO – Perayaan Hari Kenaikan Yesus Kristus yang jatuh pada Kamis, 14 Mei 2026, menjadi momen penuh makna dan kekhidmatan bagi umat Kristiani di seluruh dunia, termasuk di Mojosari, Sidoarjo. Hari suci ini bukan sekadar peringatan peristiwa naiknya Tuhan Yesus ke surga pasca kebangkitan-Nya, melainkan panggilan nyata untuk menghidupkan nilai kasih, pengharapan, serta persaudaraan sejati di tengah masyarakat yang tengah menghadapi beragam tantangan.
Di berbagai gereja, ibadah dilaksanakan dengan penuh damai dan doa mendalam, dihadiri jemaat beserta keluarga. Nilai kemenangan atas penderitaan dan kematian yang disimbolkan dalam peristiwa kenaikan Tuhan, menjadi kekuatan iman sekaligus pesan universal yang relevan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, tanpa memandang perbedaan suku, agama, maupun golongan. Nilai inilah yang menjadi dasar pentingnya menjaga persatuan dan toleransi sebagai kekuatan utama bangsa yang beragam.
Hidup dalam Kasih dan Kerendahan Hati
Menanggapi makna mendalam perayaan ini, Dr. dr. Andre Yulius, MH yang didampingi istri tercintanya, Yosie Iryanti, AMD Kebidanan — yang juga menjabat sebagai Majelis GIA Mojosari — menegaskan bahwa Hari Kenaikan Tuhan adalah momen strategis untuk memperkuat iman sekaligus mempererat kepedulian sosial.
Baginya, ajaran kasih yang diteladankan Yesus Kristus tidak boleh hanya berhenti menjadi teologi, melainkan harus mewujud dalam tindakan nyata: saling menolong, menguatkan, dan menghadirkan harapan bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan hidup.
“Momentum Hari Kenaikan Tuhan mengingatkan kita semua agar tetap hidup dalam kasih, rendah hati, serta terus menjadi berkat bagi sesama. Di tengah berbagai persoalan kehidupan, manusia harus tetap menjaga persaudaraan, toleransi, dan semangat berbagi kepada mereka yang membutuhkan,” tegas Dr. dr. Andre Yulius dalam pernyataannya.
Peringatan untuk Persatuan Bangsa
Lebih jauh, dr. Andre Yulius mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan ini sebagai sarana memperkokoh persatuan bangsa. Ia meyakini bahwa keberagaman Indonesia yang indah akan tetap kokoh dan abadi, sepanjang warganya mampu menjaga kerukunan, saling menghormati, dan mengesampingkan perbedaan demi tujuan bersama.
Di tengah arus perkembangan zaman yang serba cepat dan tantangan yang makin kompleks, nilai spiritual dan kemanusiaan tetap menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan yang damai dan bermartabat. Kasih dan pengorbanan, menurutnya, adalah jalan satu-satunya untuk menciptakan dunia yang lebih baik dan manusiawi.
Doa untuk Kedamaian Indonesia
Umat Kristiani pun merayakan hari suci ini dengan penuh sukacita, seraya memanjatkan doa khusus agar bangsa Indonesia senantiasa dilimpahi kedamaian, keberkahan, serta dijauhkan dari segala bentuk perpecahan. Semangat kasih yang diwariskan Yesus Kristus diharapkan terus bersemayam dan hidup nyata dalam hati setiap manusia, sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan penuh harapan menuju masa depan yang lebih cerah.
(Redho)