Pesilat ASAD Cilik Rungkut Kidul Gelar Latihan Bersama, Tanamkan Nilai Bela Diri dan Karakter Sejak Dini
NUSAMEDIANEWS.COM | SURABAYA – Semangat membara terpancar dari wajah-wajah muda peserta latihan pencak silat di Aula Masjid Miftahul Huda, Kelurahan Rungkut Kidul, Surabaya, Minggu pagi (7/6/2026). Puluhan pesilat cilik dari ASAD (Anak Seni Anak Didik) Rungkut Kidul, yang terdiri dari remaja hingga anak usia PAUD, mengikuti kegiatan latihan bersama yang digelar rutin sebagai sarana peningkatan ketahanan fisik, kesehatan, sekaligus pembentukan karakter generasi muda.



Kegiatan dimulai dengan pemanasan menyeluruh untuk mempersiapkan kondisi tubuh, dilanjutkan dengan pengenalan dan latihan teknik dasar pencak silat, hingga praktik gerakan berpasangan. Di sela-sela gerakan fisik yang dinamis, para pelatih juga membekali para peserta dengan pemahaman mendalam mengenai etika, sopan santun, serta nilai-nilai luhur dalam dunia bela diri. Nilai disiplin, kesabaran, rasa hormat, dan tanggung jawab menjadi materi utama yang terus ditanamkan agar tidak hanya mahir secara teknik, tetapi juga kuat dalam kepribadian.
Mashuda, selaku Pembina ASAD Rungkut Kidul, menjelaskan bahwa latihan bersama ini memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar kegiatan olahraga. Menurutnya, pencak silat adalah wadah pendidikan karakter yang sangat efektif bagi anak-anak.



“Di ASAD ini kami tidak hanya mengajarkan cara bergerak atau teknik bela diri semata. Kami mengajarkan bagaimana membentuk mental yang tangguh, mandiri, serta rasa tanggung jawab besar terhadap diri sendiri, keluarga, dan lingkungan. Selain itu, pencak silat merupakan warisan budaya asli bangsa Indonesia. Sudah menjadi kewajiban kita untuk terus melestarikannya dan mewariskannya kepada generasi penerus, agar budaya bangsa ini tidak luntur tergerus zaman,” ujar Mashuda.
Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari warga sekitar dan para orang tua yang mendampingi anak-anaknya. Kehadiran anak-anak dari berbagai rentang usia menunjukkan bahwa minat terhadap seni bela diri tradisional masih sangat tinggi. Harapannya, melalui kegiatan positif seperti ini, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, kuat, berakhlak mulia, dan bangga akan budaya negaranya.
(Redho)
