Uncategorized

PIMPIN RAKOR PERDANA, KETUM KONI BALI GIRI PRASTA MATANGKAN REGULASI PORPROV 2027 DAN RANCANG KESEJAHTERAAN ATLET PASCA-PURNA TUGAS

NUSAMEDIANEWS.COM, DENPASAR – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali, Nyoman Giri Prasta, S.Sos., secara resmi memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) perdana bersama seluruh jajaran pengurus inti KONI Bali. Pertemuan strategis ini berlangsung di Ruang Rapat KONI Bali, Selasa (19/5/2026), dengan agenda utama mematangkan regulasi pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027 di Buleleng, sekaligus menyusun peta jalan menuju Pra-PON dan PON XXII Tahun 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Dalam rapat tersebut, Giri Prasta didampingi langsung oleh Sekretaris Umum, Ir. Ketut Jagrasunu, serta Wakil Ketua Umum I, Dr. Drs. Maryoto Subekti, M.For. Sebagai langkah awal pengurus baru, Giri Prasta menegaskan bahwa fokus utama adalah menyusun dan menyepakati regulasi yang kokoh, jelas, dan tidak menimbulkan multitafsir untuk pelaksanaan Porprov Bali 2027 di Bumi Panji Sakti, Kabupaten Buleleng. Langkah preventif ini diambil guna menjamin pesta olahraga terbesar di Pulau Dewata tersebut berjalan tertib, profesional, transparan, serta bebas dari celah hukum maupun sengketa mutasi atlet yang kerap terjadi di akhir masa persiapan.

“Regulasi ini merupakan tatanan prinsip yang wajib kita hormati dan tegakkan tanpa pandang bulu. Saya pastikan, tidak akan ada lagi perubahan pasal tambahan atau addendum di tengah jalan saat Porprov berlangsung. Segala ketentuan harus sudah jelas, lengkap, dan disepakati bersama di awal,” tegas Giri Prasta dengan tegas dan penuh optimis.

Guna menjamin asas keadilan dan transparansi, Giri Prasta menyampaikan bahwa KONI Bali akan melakukan koordinasi pendahuluan dengan seluruh Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga (Cabor) sebelum Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) resmi digelar. Begitu regulasi disahkan dalam forum Rakerprov, sosialisasi menyeluruh akan segera dilakukan ke seluruh jajaran KONI Kabupaten/Kota se-Bali. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir potensi konflik, perselisihan, maupun kekecewaan dari kontingen peserta di kemudian hari.

Validasi Data Digital dan Jaminan Perlindungan Kesehatan

Dalam rapat tersebut juga dibahas soal pendataan atlet. Saat ini, KONI Bali telah bergerak cepat melakukan inventarisasi data atlet berbasis sistem digital dengan pola entry by name, by address. Langkah ini dinilai sangat krusial untuk memetakan potensi riil atlet Bali secara akurat, mencakup seluruh cabang olahraga, termasuk cabor eksibisi.

Selain pemetaan bakat, aspek perlindungan atlet menjadi prioritas utama yang ditekankan. KONI Bali berkomitmen penuh memberikan perlindungan berupa jaminan kesehatan yang menyeluruh. Proteksi ini berlaku baik bagi para atlet yang telah mengharumkan nama Bali lewat raihan medali pada ajang PON sebelumnya, maupun para atlet muda potensial yang tengah dipersiapkan dan digembleng untuk bertanding di ajang nasional mendatang.

“Seluruh data atlet sudah kami inventarisasi secara rinci dan seluruh bidang di lingkungan KONI sudah bergerak secara serentak dan terpadu. Target kami, pada bulan Juni mendatang agenda Rakerprov sudah dapat kami laksanakan dan eksekusi sesuai jadwal,” imbuhnya.

Pembinaan Dini dan Jaminan Masa Depan Purna Tugas

Menatap keberlanjutan prestasi olahraga Bali di masa depan, Giri Prasta menginstruksikan penyusunan sistem pembinaan atlet usia dini yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan. KONI Bali akan segera menjalin sinergi erat dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) di tingkat Kabupaten/Kota untuk mengintegrasikan pembinaan olahraga prestasi ke dalam kegiatan ekstrakurikuler di tingkat Sekolah Dasar.

Poin penting dan terobosan utama yang disampaikan Giri Prasta adalah perhatian khusus terhadap masa depan para atlet setelah masa aktif bertanding berakhir—sebuah aspek yang selama ini jarang disentuh secara serius. Pemerintah Provinsi Bali melalui KONI kini sedang merancang regulasi khusus guna menjamin kesejahteraan para atlet pasca-purna tugas atau pensiun.

“Khusus bagi atlet yang telah berprestasi, berjuang, dan berdarah-darah mengorbankan waktu serta tenaganya di lapangan demi nama daerah, kami akan perjuangkan agar saat mereka gantung sepatu, negara dan pemerintah hadir memberikan apresiasi yang nyata. Kami sedang merumuskan formulasinya secara matang, apakah nantinya mereka akan diarahkan menjadi Aparatur Sipil Negara, tenaga kontrak Pemprov, atau diberikan modal usaha yang kuat untuk membangun usaha mikro, kecil, dan menengah. Mereka sudah bertaruh segalanya demi nama baik Bali, maka perhatian pemerintah wajib hukumnya konkret, terukur, dan berkelanjutan,” pungkas Giri Prasta. (JW/Kadek Ariawan)

nusamedia

Bersama Menyuarakan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *