DaerahHead LinesHukumInformationNusamedia BaliTechnologyUpdate News

Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi “Pagar Digital” Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

NUSAMEDIANEWS.COM | JAKARTA – Direktorat Jenderal Imigrasi menggandeng Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (FTMD ITB) serta PT Dirgantara Indonesia (PT DI) untuk mengembangkan sistem “Pagar Digital”, berbasis teknologi drone guna memperkuat pengawasan perbatasan negara. Inisiatif ini diungkapkan Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko usai rapat kerja di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Gagasan ini bermula dari keprihatinan Hendarsam melihat belum adanya sistem pengamanan canggih buatan dalam negeri saat pameran pertahanan di Singapura. Padahal, Indonesia memiliki garis perbatasan darat sepanjang 3.111 km yang sangat luas, namun hanya dilengkapi 18 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan 38 Pos Lintas Batas (PLB), di mana sebagian belum beroperasi optimal. Kondisi ini menyisakan banyak jalur tikus yang rawan perlintasan ilegal, perdagangan orang, serta penyelundupan.

Teknologi Buatan Anak Bangsa
Sistem Pagar Digital memanfaatkan hasil pengembangan drone ITB sejak 2019 yang diproduksi PT DI, dirancang mampu beroperasi hingga 24 jam berkat sumber energi panel surya. Dua jenis drone akan bekerja terintegrasi:

– Drone HALE: Terbang di ketinggian 1.000 meter untuk memantau garis perbatasan secara menyeluruh;
– Drone Mantis: Melakukan penelusuran dan pendekatan taktis jika ditemukan pergerakan mencurigakan.

Sistem ini tidak berfungsi menahan secara fisik, namun memberikan informasi lokasi secara real-time kepada petugas terdekat, sehingga memangkas waktu respon patroli secara signifikan serta lebih hemat dibandingkan pesawat berawak.

Fokus Wilayah Penerapan
Pengawasan diprioritaskan di perbatasan darat Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara Timur, serta wilayah laut Kepulauan Riau, Batam, dan sekitarnya. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi kemandirian teknologi keamanan dan siber nasional, agar pengawasan kedaulatan tidak bergantung pada sistem asing.

“Kami ingin memastikan jalur tidak resmi tertutup teknologi, celah kejahatan lintas batas diperkecil, dan kemandirian teknologi pertahanan negara terus diperkuat,” tutup Hendarsam.

(Chairul)

#PagarDigital #ImigrasiRI #ITB #PengawasanPerbatasan #TeknologiDrone #KedaulatanNegara

nusamedia

Bersama Menyuarakan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *