
LABUHAN BATU, NUSAMEDIANEWS.COM – Lembaga Pemburu Pelaku Tindak Pidana Korupsi Republik Indonesia (LPP-TIPIKOR RI) memberikan perhatian serius dan tanggapan keras terkait merebaknya fenomena lagu serta simbol “Siti Mawarnai Labuhan Batu” yang belakangan ini viral di media sosial.
Ketua Umum LPP-TIPIKOR RI, Bram Pratama, menegaskan bahwa fenomena ini tidak bisa dipandang sebelah mata sebagai sekadar hiburan atau tren semata. Bagi lembaganya, kemunculan nama “Siti Mawarnai” yang merepresentasikan keresahan masyarakat atas maraknya peredaran narkoba jenis sabu-sabu, adalah sebuah alarm bahaya dan indikasi kuat adanya celah hukum yang dimanipulasi.
“Kami melihat viralnya lagu Siti Mawarnai ini bukan hanya sekadar ekspresi seni, melainkan sebuah teriakan keputusasaan masyarakat. Ketika narkoba bisa bergerak begitu bebas dan meresahkan warga hingga dibuatkan lagu, itu menandakan adanya dugaan kuat adanya pengkondisian, perlindungan oknum, dan potensi aliran dana ilegal,” ujar Bram Pratama dalam keterangan persnya, Jumat (24/04).
LPP-TIPIKOR RI menyoroti bahwa peredaran narkoba dalam skala besar tidak akan bisa berjalan lancar tanpa adanya “kongkalikong” atau kerjasama dengan pihak-pihak yang seharusnya menjaga keamanan. Hal ini sangat berkaitan dengan tugas dan fungsi LPP-TIPIKOR RI yang mengawasi tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang.
Tudingan Ada “Dewan Keamanan”
Bram Pratama menyoroti pesan yang tersirat dalam fenomena tersebut bahwa narkoba sudah menjadi hal yang lumrah dan merajalela. Menurutnya, kondisi ini mustahil terjadi jika pengawasan aparat berjalan maksimal tanpa ada kompromi.
“Kami menduga kuat, di balik maraknya peredaran sabu-sabu di Labuhan Batu ini, terdapat jaringan yang dilindungi atau istilahnya ada ‘Dewan Keamanan’ yang memfasilitasi sehingga barang haram ini bisa beredar leluasa. Ini bentuk korupsi kewenangan dan pengkhianatan terhadap negara,” tegas Bram.
LPP-TIPIKOR RI memandang nama “Siti Mawarnai” sebagai simbol dari korban sistem. Korban dari oknum yang menjual keamanan demi keuntungan pribadi.
Sinergi Seluruh Elemen Bangsa
Dalam upaya menuntaskan masalah ini, Bram Pratama menegaskan bahwa LPP-TIPIKOR RI tidak bekerja sendiri. Lembaganya mengajak dan bersinergi dengan berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Organisasi Kemasyarakatan, dan Elemen Pemuda lainnya untuk bahu-membahu mengawal kebenaran.
“Kami percaya, mewujudkan Indonesia yang Bersih, Maju, dan Berkembang bukan tugas satu pihak saja. Ini butuh gerakan kolektif. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh ormas, LSM, dan aktivis untuk bersatu padu mengawal kasus ini demi kepentingan rakyat banyak,” tegasnya.
Harapan Tegas untuk Kepolisian
LPP-TIPIKOR RI meminta kepada Pemerintah Daerah dan khususnya Kepolisian Republik Indonesia di seluruh wilayah, khususnya di Labuhan Batu, untuk tidak bersikap masa bodoh atau berdalih. Lembaga ini menuntut adanya tindakan nyata, bukan hanya sekadar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pemakai atau kurir kecil, tetapi harus sampai ke bandar besar dan mengungkap siapa saja yang melindungi mereka.
“Kami berharap Polri benar-benar bekerja maksimal dan tegas. Narkoba adalah musuh bersama yang sangat meresahkan masyarakat Indonesia. Jangan biarkan masalah ini berlarut-larut dan menghancurkan masa depan bangsa. Tunjukkan bahwa hukum tetap berlaku dan keadilan bisa dirasakan oleh rakyat kecil,” pungkas Bram.
LPP-TIPIKOR RI juga mengajak seluruh masyarakat Labuhan Batu untuk tidak takut bersuara dan menyampaikan bukti-bukti adanya penyimpangan, agar “Siti Mawarnai” tidak menjadi sia-sia dan bisa menjadi awal pembersihan daerah dari narkoba dan koruptor.