Gubernur Koster Bawa Subak Bali ke Forum Dunia, Bahas Pertanian Organik di London
NUSAMEDIANEWS.COM | LONDON – Gubernur Bali Wayan Koster mempresentasikan keunggulan sistem pertanian berkelanjutan khas Bali dalam Focus Group Discussion bertajuk “Dialog Kebijakan Global untuk Pertanian Berkelanjutan” yang berlangsung di London, Inggris, Selasa (24 Juni 2026). Forum ini membahas isu ketahanan iklim, ketahanan pangan, dan transformasi pedesaan yang adil, serta dihadiri oleh pembuat kebijakan internasional dan mitra pembangunan dari berbagai negara.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris (UK FCDO), Kelompok Bank Dunia, serta Clim-Eat. Dalam kesempatan ini, Gubernur Koster menegaskan bahwa Bali memiliki modal kuat untuk mengembangkan pertanian ramah lingkungan, berakar pada warisan budaya yang telah dijalankan selama ribuan tahun.

“Salah satu warisan terbesar kami adalah sistem Subak dan filosofi Sad Kerthi. Subak bukan sekadar sistem pengairan, melainkan tata kelola kehidupan yang menyatukan pertanian, lingkungan, budaya, dan kesejahteraan masyarakat secara harmonis,” jelasnya.
Gubernur Koster juga memaparkan sejumlah kebijakan konkret yang diterapkan pemerintah daerah untuk mempercepat transformasi ini:
– Perda Nomor 8 Tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik sebagai arah utama pengembangan pertanian masa depan;
– Perda Nomor 4 Tahun 2026 untuk mengendalikan alih fungsi lahan pertanian produktif;
– Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2020 guna melindungi ekosistem sumber air mulai dari hulu hingga ke laut;
– Peraturan Gubernur Nomor 99 Tahun 2018 yang mewajibkan sektor pariwisata dan perdagangan menyerap lebih banyak produk lokal.
Melalui paparan ini, Bali ingin memperlihatkan bahwa pertanian berkelanjutan tidak hanya soal hasil panen, melainkan juga melindungi lingkungan, menjaga identitas budaya, memperkuat ekonomi pedesaan, serta mendukung upaya penanganan perubahan iklim global.
Kehadiran Gubernur Koster semakin menegaskan posisi Bali di mata dunia: bukan hanya sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga sebagai contoh daerah yang berhasil memadukan kearifan lokal dengan kebijakan modern untuk mewujudkan pembangunan hijau yang berkelanjutan.
(Anugerah Arifanto)
#SubakBali #PertanianOrganik #Berkelanjutan #KetahananPangan #KearifanLokal #ForumInternasional
